Hadirkan Perpustakaan Keliling, Pemkot Makassar Klaim Minat Baca Anak di Makassar Naik

Ia menyebutkan untuk menjalankan program ini, Dinas Perpustakaan menurunkan tiga Perpustakaan Keliling.

Penulis: Saldy Irawan | Editor: Anita Kusuma Wardana
HANDOVER
Pemerintah Kota Makassar melalui Dinas Perpustakaan Makassar terus menggenjot program peningkatan minat baca bagi pelajar di Kota Makassar. Salah satu upaya agar program ini terwujud dengan mengoperasikan Perpustakaan Keliling di sekolah-sekolah yang ada di Makassar. 

Laporan wartawan Tribun Timur, Saldy

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Pemerintah Kota Makassar melalui Dinas Perpustakaan Makassar terus menggenjot program peningkatan minat baca bagi pelajar di Kota Makassar.

Salah satu upaya agar program ini terwujud dengan mengoperasikan Perpustakaan Keliling di sekolah-sekolah yang ada di Makassar.

Kabid Layanan Alih Media dan Teknologi Informasi Dinas Perpustakaan Makassar Muhammad Fadly mengatakan Perpustakaan Keliling ini menjadi agenda utama Dinas Perpustakaan di tahun 2017.

Ia menyebutkan untuk menjalankan program ini, Dinas Perpustakaan menurunkan tiga Perpustakaan Keliling.

Untuk satu unit armada, Dinas Perpustakaan menyiapkan 500 sampai 1000 exemplar dengan berbeda jenis buku dan judul.

"Alhamdulilah sejak Januari kita turun, hasilnya terlihat di awal bulan ini. Dimana saat ini sudah ada 100an anak setiap sekolah yang memilih membaca dibanding bermain dengan rekannya," ujar Fadly, Selasa (16/5/2017).

Lanjut Fadli, Perpustakaan Keliling ini tidak sekadar membawa buku ke sekolah lalu memanggil para pelajar untuk baca buku.

Pihaknya kata Fadli punya inovasi agar para pelajar tertarik untuk datang membaca dan menjadikan kegiatan ini sebagai aktivitas rutin.

Upaya itu adalah menyiapkan seorang pendongeng di Perpustakaan Keliling. Dengan pendongen inilah, para pelajar mengisi aktivitas jam istirahat sekolah dengan membaca buku.

Fadli mengungkapkan untuk pengoperasian Perpusatakaan keliling pihaknya menggelontorkan anggaran sebesar Rp 290 juta.

"Anggaran ini untuk beli bahan bakar minyak, makan, dan minum, dan honor pendongeng," kata Fadli.

Lebih jauh diungkapkan Faldi, Perpustakaan Keliling ini juga melayani permintaan panggilan lewat media sosial.

Ia menyebutkan untuk pemesanan ini itu dikhususkan untuk kegiatan yang berlangsung di sekolah.

Terkait dengan pelaksanaan program minat baca, Fadli berharap jika kedepan para pelajar memilih membaca buku untuk menambah ilmu dibanding mencari di internet. (*)

  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved