Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Hipma Koor Biringbulu dan Tompobulu Bicara Masalah Pendidikan di Gowa

Menurut Arqam saat ini peran pemuda Gowa diharapkan siap mengkritisi dan mengawasi pendidikan di Gowa.

Penulis: Waode Nurmin | Editor: Ina Maharani
HANDOVER
Himpunan Pelajar Mahasiswa (Hipma) Koordinatorat Biringbulu dan Tompobulu di aula Kantor Camat Somba Opu, Jl. Andi Tonro, Kamis (11/5). 

Laporan Wartawan Tribun Timur Wa Ode Nurmin

TRIBUN-TIMUR.COM, SUNGGUMINASA- Dunia Pendidikan selalu menjadi program andalan di Kabupaten Gowa.

Tak hanya masalah pendidikan yang gratis, program sistem kelas tuntas berkelanjutan (SKTB) pun jadi jualan.

Lalu yang terakhir Gowa sebagai Kabupaten Pendidikan sedang digadangkan Bupati Gowa Adnan Purichta Ichsan.

Ini kemudian menjadi tema pilihan bagi dialog yang digelar Himpunan Pelajar Mahasiswa (Hipma) Koordinatorat Biringbulu dan Tompobulu di aula Kantor Camat Somba Opu, Jl Andi Tonro, Kamis (11/5/2017).

Diskusi ini mengambil tema Lemanakah arah pendidikan di Kabupaten Gowa serta pantaskah Kabupaten Gowa menyandang Kabupaten Pendidikan.

Hadir sebagai pemateri Arqam Azikin, perwakilan Diknas Syarifuddin Kulle dan juga perwakilan dari Departemen Agama Gowa.

Menurut Arqam saat ini peran pemuda Gowa diharapkan siap mengkritisi dan mengawasi pendidikan di Gowa.

"Mengenai apakah laik tidaknya Gowa sebagai Kabupaten Pendidikan, saya rasa Gowa sudah seharusnya menjadi kabupaten pendidikan karena dilihat dari jarak Gowa yang dekat dengan Makassar," ujarnya.

Program Kabupaten Pendidikan menurut Syarifuddin Kulle merupakan janji politik Adnan saat maju pilkada lalu.

"Dan sekarang program itu di realisasikan sebagai janji politik pak bupati,".

Sayangnya, pertanyaan dari salah satu peserta dialog tentang masih adanya anak-anak pejabat yang malah memilih sekolah di Kota Makassar ketimbang Gowa dengan banyaknya program pendidikannya, tidak dijawab.

Tak hanya persoalan pendidikan, kondisi sekolah-sekolah yang jauh dari kata laik pun dibahas.

Moderator dialog, Nasiruddin mencontohkan sebuah sekolah Madrasah Ibtidayah di Kecamatan Manuju, yang berdinding kayu.

Potret sekolah tersebut menjadi perbincangan di tengah gencarnya Pemerintah Kabupaten Gowa membangun pendidikan yang sesuai standar.

Namun jawaban dari perwakilan Depag jika di Gowa saat ini hanya ada tiga sekolah madrasah negeri yang berdiri dibawah naungan Departemen Agama. Selain itu semua dikelola pihak swasta.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved