Waria Ini Hilang Misterius di Pasar Sentral Maros
Dedy lalu mencari Mega di sekitar pasar. Namun upayanya gagal. Dia lalu pulang ke rumah dan memberitahu keluarganya mengenai hilangnya Mega.
Penulis: Ansar | Editor: Anita Kusuma Wardana
Laporan Wartawan Tribun Timur, Ansar Lempe
TRIBUN-TIMUR.COM, MAROS - Seorang Waria warga Dusun Paccinikang, Desa Simbang, Kecamatan Simbang, Maros Haji Sabang alias Mega (48), di kabarkan hilang di pasar sentral Maros, sejak Sabtu 29 April 2017 lalu.
Salah satu keluarga Mega, Manrapi menjelaskan adik kandungnya hilang saat berada di pasar sentral Maros bersama cucunya Dedy (19). Saat itu, Mega berencana membeli kaos tangan dan makan coto.
"Saat itu, Haji Mega bersama cucunya ke pasar sentral untuk makan coto dan membeli kaos tangan. Setelah memilih kaos tangan, Dedy membayarnya. Tapi Mega yang ada di belakang menghilang," katanya saat berada di Maros FM, Rabu (3/5/2017).
Dedy lalu mencari Mega di sekitar pasar. Namun upayanya gagal. Dia lalu pulang ke rumah dan memberitahu keluarganya mengenai hilangnya Mega.
"Kami juga sudah menelpon Mega, tapi ponsel ada di Makassar dan ditemukan oleh seseorang di jalan Ujung," ujarnya.
Mega baru 15 hari berada di Maros setelah merantau di Nabire, Papua. Dia pulang karena sakit dan ingin berobat.
Adapun ciri-ciri Mega, yakni kulit sao matang, tinggi 170 sentimeter, memakai kaos merah maron, celana pendek dan songkok warna abu-abu.
Warga yang menemukan Mega, bisa menghubungi nomor ini 085 298 015 830 (Haji Rapi) dan 081 340 550 223 (Rajis).
"Kami juga sudah melapor ke polisi. Kami masih menunggu hasilnya," katanya.(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/waria_20170503_192628.jpg)