STQ XXX Parepare
Ini Alasan Parepare Jadi Tuan Rumah STQ XXX
Oleh sebab itu, Taufan menginginkan agar semangat kepanitiaan lokal betul-betul harus bersinergi dengan kepanitiaan dari Provinsi
Penulis: CitizenReporter | Editor: Suryana Anas
TRIBUN-TIMUR.COM -Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sulawesi Selatan, Drs. H. Abdul Wahid Tahir mengungkapkan pemilihan Kota Parepare sebagai tuan rumah pelaksanaan Seleksi Tilawatil Qur’an tingkat
Provinsi Sulawesi Selatan yang ke-30 bukanlah tanpa alasan yang jelas.
Akan tetapi Kota Parepare ditunjuk sebagai tuan rumah karena Parepare mempunya identitas sebagai Kota Santri dan Kota Ulama.
“Setelah melakukan kajian dan pertimbangan – pertimbangan lainnya serta melihat track record Kota Parepare
dalam kurun waktu tiga tahun terakhir ini maka kami sepakat dan memilih kota Parepare sebagai tuan rumah
kegiatan STQ ini,” beber Abdul Wahid beberapa waktu lalu seperti yang dirilis Humas Pemkot Perepare ke Tribun.
Baca: SYL: Pelaksanaan STQ Serasa MTQ
Menurut Abdul Wahid, Kota Parepare termasuk daerah yang sangat memperhatikan tidak hanya pada
pembangunan fisik kotanya akan tetapi juga peduli pada pembangunan umatnya melalui pembangunan
religiusitas.
Baca: Parepare Optimis Juara Umum STQ XXX
"Ini yang sangat kami apresiasi dari Pemerintahan Kota Parepare yang menerapkan pembangunan fisiknya
berbanding lurus dengan pembangunan umatnya. Sehingga sangat tepat jika pelaksanaan STQ kali ini memilih
tempat di Kota Parepare ini,” ungkapnya.
Terpisah, Walikota Parepare, DR. HM. Taufan Pawe, SH. MH mengemukakan kepercayaan yang diberikan pada
Parepare sebagai tuan rumah juga tidak terlepas dari keamanan yang tercipta di Kota Parepare.
“Personil pengamanan dari TNI/Polri sangat maksimal dalam menciptakan keamanan, dan ketertiban di Parepare dan itu terbukti dari hasil survey IKM yang dilakukan kalau Parepare itu sangat aman,” ucapnya.
Oleh sebab itu, Taufan menginginkan agar semangat kepanitiaan lokal betul-betul harus bersinergi dengan
kepanitiaan dari Provinsi untuk menghindari adanya cerita-cerita yang tidak nyaman dari masyarakat luar daerah
utamanya yang mengikuti STQ.
“Saya ingin panitia harus ada kerja-kerja ekstra, berupa publikasi dan sosialisasi ikon-ikon Kota, agar orang
mengetahui bahwa beberapa ikon-ikon kota seperti taman syariah yang merupakan satu-satunya di Indonesia
ada di Kota Parepare,” tandasnya. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/stq_20170430_220646.jpg)