Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

PSM Usul PSSI Dirikan Task Force

Hal ini sekaitan dengan kinerja wasit Iwan Sukoco, yang memimpin laga PSM versus Mitra Kukar, 24 April 2017 lalu.

Penulis: Ilham Mulyawan | Editor: Anita Kusuma Wardana
tribun kaltim/Nevrianto Hardi Prasetyo
PENALTI KONTROVERSIAL - Gelandang asing PSM asal Belanda Willem Jan Pluim menendang bola dalam sesi uji coba lapangan di Stadion Aji Imbut, Tenggarong, Kutai Kertanegara, Kalimantan Timur, Minggu (23/4/2017). Manajemen PT PSM pertanyakan putusan penalti kontroversial wasit Iwan Sukoco. 

Laporan Wartawan Tribun Timur, Ilham Mulyawan

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Manajemen PSM mengusulkan kepada PSSI, agar membuat Task Force, yang bertugas untuk sesegera mungkin merespon keluhan, atau protes yang disampaikan oleh klub, perihal kinerja perangkat pertandingan yang dianggap tidak bekerja dengan baik.

Hal ini sekaitan dengan kinerja wasit Iwan Sukoco, yang memimpin laga PSM versus Mitra Kukar, 24 April 2017 lalu. Laga berakhir imbang 1-1, dimana gol penyama kedudukan oleh tim Mitra Kukar dibuat oleh Marco Cesar Chaves Santos‎, melalui titik penalti.

Baca: Tak Terima Keputusan Wasit Iwan Sukoco, PSM Mengadu ke PSSI dan LIB

Bagi kubu PSM, keputusan wasit menghadiahi tuan rumah Mitra Kukar dengan tendangan penalti, dinilai kontroversial.‎ Karena insiden yang melibatkan Marc Anthony Klok dan Saepuloh Maulana di kotak penalti PSM bukanlah sebuah pelanggaran.

Kemudian, pengulangan penalti oleh Marco juga dinilai tidak seharusnya terjadi. "Karena aturannya jelas, kalau pemain sempat lakukan blunder di kesempatan pertama, seharusnya kartu kuning untuk si eksekutor dan kita dapat tendangan bebas, tapi yang terjadi justru sebaliknya," ujar Munafri Arifuddin, CEO PT PSM, Kamis (24/4/2017).

Blunder yang dimaksudkan itu adalah eksekutor penalti sempat berhenti sebelum mengeksekusi bola.

Baca: Berakhir Seri Lawan Mitra Kukar, Zulkifli Syukur Salahkan Wasit

"Kita harapkan bisa terbentuk tim Task Force, untuk merespon cepat. Karena jika persoalan terjadi, dan ketika persoalan ini kita laporkan ke PSSI, ‎lama sekali direspon laporannya," ujar Munafri.

Sehingga kata dia, klub tidak harus mengadu persoalan ini melalui media cetak dan elektronik."Ataupun di media sosial (medsos)," katanya lagi.

Sebagai anggota PSSI, pihaknya mendukung keinginan Ketua Umum, Edy Mulyadi yang ingin memajukan PSSI, namun besar pula harapan manajemen PSM, agar pengurus PSSI bisa mendengar masukan-masukan dari klub, demi peningkatan mutu sepakbola yang lebih baik.

"Saya kira, dari kasus ini, jangan sampai gara-gara ulah satu orang wasit mencoreng semua image (reputasi) wasit Indonesia," katanya lagi.(*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved