Ditanya Proyek TTP Wollangi, Menteri Pertanian Bilangi Wartawan Bone Kampungan

Anehnya, Menteri Pertanian Republik Indonesia, A Amran Sulaeman malah menilai pertanyaan tidak masuk akal.

Ditanya Proyek TTP Wollangi, Menteri Pertanian Bilangi Wartawan Bone Kampungan
justang/tribunbone.com
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengatakan wartawan kampungan di Halaman Rujab Bupati Bone, Jl. Petta Ponggawae, Kecamatan Tanete Riattang, Watampone, Bone, Sulsel, Selasa (25/4/2017). 

TRIBUNBONE.COM, TANETE RIATTANG - Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman mengatakan wartawan di Bone kampungan saat diwawancara di halaman Rujab Bupati Bone, Jl. Petta Ponggawae, Kecamatan Tanete Riattang, Watampone, Bone, Sulsel, Selasa (25/4/2017).

Hal itu terjadi saat Mentan Andi Amran Sulaiman ditanya oleh salah seorang jurnalis terkait proyek Pengadaan lahan Taman Teknologi Pertanian (TTP) Wollangi yang mandek sekarang.

Namun, Menteri Pertanian Republik Indonesia, A Amran Sulaeman malah menilai pertanyaan tidak masuk akal.

“Pertanyaannya terlalu kampungan. Masuk akal ndak menteri ditanya tentang lahan hanya 19 hektar,” kata Mentan kepada salah satu jurnalis dengan nada tinggi.

Bahkan Mentan mengibaratkan pertanyaan yang terkait kasus dugaan korupsi dan merugikan negara hingga miliaran rupiah tersebut sebagai petinju dengan pemencak.

“Pertanyaannya ibarat Eliyas Pical dengan anda pemencak silat kampung,” tambahnya.

Pengadaan lahan Taman Teknologi Pertanian (TTP) Wollangi Kecamatan Barebbo serta status lahan seluas 19 hektar hingga saat ini belum juga ada kejelasan.

Ketika ditanyai lebih lanjut apakah dibenarkan APBN miliaran rupiah dikucurkan pada lahan pribadi.

Taman Tekonologi Pertanian yang pertama di Bone itu dibangun tahun 2015 dengan luas areal sekira 19 hektar itu, pengadaan lahan tidak melalui proses lelang dan tanpa melibatkan pihak Pemkab Bone yang seharusnya menyediakan lahan.

Malah diduga menggunakan lahan pribadi yang ditetapkan melalui penunjukan langsung.

Proyek ini berada di bawah naungan Balai Penelitian dan Pengembangan Pertanian Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Sulsel.

Proyek ini mendapatkan kucuran dana APBN belasan miliaran rupiah, untuk pembangunan gedung hingga alat pertanian melalui kementerian Pertanian Republik Indonesia.

Pekerjaan yang ditangani PT Dian Ahmaely Permata Hati dengan konsultan pengawas CV Yuda Pratama Konsultan dinyatakan rampung sejak Desember 2015 lalu.

Hanya saja, setelah bangunan rampung, kandang sapi dan kandang itik malah tidak difungsikan.

Begitu pula dengan kolam ikan bahkan sudah dalam kondisi rusak dan terbengkalai.

Penulis: Justang Muhammad
Editor: Imam Wahyudi
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved