Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Mapala PNUP Bahas Masa Depan Bulu' Bawakaraeng

salah satu program untuk masa depan Bulu' Bawakaraeng yang rencananya akan dijadikan warisan Dunia oleh Unesco

Penulis: Darul Amri Lobubun | Editor: Anita Kusuma Wardana

Laporan Wartawan Tribun Timur, Darul Amri

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR-Mapala Politeknik Negeri Ujung Pandang (PNUP) menggelar dialog Bulu' Bawakaraeng di gedung kampus PNUP, Tamalanrea, Jl Peritis Kemerdekaan, Sabtu (22/4/2017).

Ketua Panitia, Adnan Alfarabi mengaku dialog Bulu' Bawakaraeng digelar berkat kerjasama Mapala PNUP dengan Nevy Jamest Tonggiroh Foundations, untuk bicarakan masa depan Bawakaraeng.

"Ini adalah rangkaian ulang tahun ke 23 mapala PNUP, kerjasama ini membahas tentang masa depan bulu' bawakaraeng, dimana bulu' bawa karaeng akan jadi haritage programer," kata Adnan.

Rangkaian ulang tahun ke 23 tahun ini, seperti syukuran anggota Baru, Gerakan Lestari Alam Politeknik (Gelap) didalam dan luar gedung, dialog Bawakaraeng, dan malam ramah tamah, nantinya.

Disebut Haritage Programer ialah, salah satu program untuk masa depan Bulu' Bawakaraeng yang rencananya akan dijadikan warisan Dunia oleh Unesco, agar terjaga kelestarian Bawakaraeng.

Beberapa narasumber yang hadir pada dialog Bulu' Bawakaraeng seperti, dosen Geologi Unhas, Dr. Adi Tonggiroh, dosen Politeknik ATIM, Dr. Idi Amin, dan Nevy J. Tonggiroh, dari Nevi Foundation.

Adnan menjelaskan, tiap-tiap pemateri memaparkan materinya masing-masing. Seperti, dari pandangan Geologi tentang Bulu' Bawakaraeng yang lebih melihat pada kandungan material disana.

"Dari segi geologi dari Pembentukan, kandungan material yang ada dan lebih fokus pada fungsi dan manfaat gunung bagi manusia, juga dampak yang timbul dari kerusakannya," jelas Adnan.

Dari Geologi, pada dampak kerusakan Bulu' Bawakaraeng ditahun 60-an, terjadi secara alami, lalu bencana besar 2004 (Debris Slide) terjadi longsor yang telah dicatat terbesar 100 tahun terakhir.

Untuk itu, dalam qaktu dekat ini, pecinta alam akan lakukan Ekspedisi, penelitian Geokimia, dan besar kemungkinan pada waktu dekat ini akan dilakukan riset, juga diselenggarakan seminar nasional.

Adnan menyebutkan, dalam dialog Bulu' Bawakaraeng dibahas soal peranan Pecinta Alama (PA) dalam pengelolaan dan perlindungan kawasan gunung Bulu' Bawakaraeng dan juga Lompobatang.

"Tercatat dalam dialog ini, sesungguhnya masih kurangnya kepedulian, informasi tentang kerusakan dan kebakaran hutan yang ditahun 2016, juga pada longsor ditahun yang sama," jelasnya

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved