Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Masih Gegara Kicauannya, Ernest Prakasa Akhirnya Dapat Pelakuan Menyakitkan di Kampung Jusuf Kalla

"Cuitan Ernest menghina ulama dan Wapres, walaupun telah dimaafkan oleh pak JK, tetapi dampaknya masih meluas dan berakibat fatal," katanya.

Penulis: Fahrizal Syam | Editor: Edi Sumardi
Ernest Prakasa, Jusuf Kalla, Zakir Naik 

Laporan Wartawan Tribun Timur Fahrizal Syam

MAKASSAR, TRIBUN-TIMUR.COM - Forum Umat Islam Bersatu (FUIB) Sulawesi Selatan menggelar unjuk rasa di depan gedung Graha Pena, Jalan Urip Sumiharjo Makassar, Sulawesi Selatan, Minggu (9/4/2017).

Aksi tersebut sebagai bentuk penolakan terhadap kedatangan komedian Ernest Prakasa yang dijadwalkan akan tampil dalam acara stand up comedy di gedung tersebut.

Juru Bicara FUIB Sulawesi Selatan, Arman Rachman dalm rilisnya mengatakan, penolakan tersebut sebagai bentuk protes akibat ciutan Ernest Prakasa yang menyinggung dai kondang, Zakir Naik dan Wakil Presiden, Jusuf Kalla.

"Cuitan Ernest menghina ulama dan Wapres, walaupun telah dimaafkan oleh pak JK, tetapi dampaknya masih meluas dan berakibat fatal," katanya.

Unjuk rasayang dimulai pukul 16.00 Wita tersebut akhirnya mampu melobi panitia dan manajemen Graha Pena untuk tidak menampilkan Ernest dalam acara tersebug.

Mereka juga meminta Ernest segera dipulangkan akibat penghinaan yang dilakukannya.

Boikot Ernest di Makassar

Demonstran yang dikoordinir oleh Habib Muhammad dari Front Pembela Islam ini menyampaikan, tindakan Ernest telah melukai ummat Islam dan masyarakat Sulawesi Selatan.

"Umat islam dan tokoh Sulsel (Sulawesi Selatan) telah dihina dan hal ini tidak bisa dibiarkan. Dampak penghinaan agama yang dilakukan oleh Basuki Tjahaja Purnama nampakngya memberikan bias yang luar biasa," kata dia.

Aksi yang dijaga pihak kepolisian ini berlangsung damai.

Setelah mendapat jaminan panitia stand up comedy dan pihak manajemen bahwa Ernest tidak akan tampil kemudian segera dipulangkan, FUIB Sulawesi Selatan lalu menyambut dengan gembira, dan kemudian membubarkan diri.

Antar Zakir Naik Pakai Pesawat Pribadi

Zakir Naik pada Senin (10/4/2017) hari ini, mengisi ceramah umumnya di depan puluhan ribu jamaah di ballroom kampus Universitas Hasanuddin, Baruga Andi Pangerang Petta Rani, Jalan Perintis Kemerdekaan, Tamalanrea, Makassar, Sulawesi Selatan.

Ceramah di Makassar bertajuk 'Quran and Modern Science' dan merupakan agenda terakhir dalam rangkaian kunjungan ahli perbandingan agama tersebut ke Indonesia.

Baca: SIARAN LANGSUNG: Ceramah Zakir Naik di Makassar

Zakir ditemani istrinya, Farhat Naik tiba di Makassar, Minggu (9/4/2017) malam.

Baca: Zakir Naik Ceramah, Peserta dan Media Dilarang Ambil Gambar

Perjalanannya ke "Kota Daeng" terbilang istimewa sebab dia tak menggunakan alat transportasi umum.

Dari Jakarta, Zakir bersama dengan rombongan menumpangi private jet (pesawat udara/jet pribadi).

Kok bisa?

Ya, Zakir memang tak punya private jet, bahkan dalam turnya ke Indonesia, dia menolak menerima bayaran (uang honor) dari panitia.

Soal private jet, Zakir mendapatkan fasilitas itu dari founder/owner Bosowa Corporation, Aksa Mahmud.

Aksalah yang membantu perjalanan alumnus Universitas Mumbai tersebut ke Makassar.

Namun, Aksa tak ikut terbang ke Makassar sebab harus menyelesaikan berbagai urusan penting di Jakarta.

Pesawat udara Embraer Legacy 500 bernomor registrasi N712EA itu terbang dari Bandara Halim Perdana Kusuma, Jakarta.

Ikut terbang, antara lain putri Aksa, Melinda Aksa dan suaminya, Munafri Arifuddin.

Selain sebagai menantu Aksa, Munafri juga merupakan CEO PSM Makassar, Komisaris Utama PT Bosowa Media Grafika (Tribun Timur), dan CEO Bosowa Resources.

Tak banyak yang ikut dalam penerbangan sipil dan unschedule ini, layaknya dalam penerbangan komersil.

Pasalnya, kapasitas pesawat jauh lebih kecil dibanding pesawat jenis ATR, Fokker, atau Boeing, bahkan Airbus.

Pesawat ini dikonfigurasi untuk membawa hingga 12 penumpang.

Munafri Arifuddin di pesawat bersama Zakir Naik
Munafri Arifuddin bersama Zakir Naik dan rombongan dalam penerbangan ke Makassar. (HAND OVER)

Embraer Legacy 500 diproduksi hanya 23 unit di dunia oleh produsennya asal Brasil, Embraer.

Harga per unitnya 20 juta USD atau setara Rp 266,9 miliar.

Berdasarkan foto diperoleh Tribun-Timur.com dari akun milik Munafri sekaligus alumnus Universitas Hasanududin pada Instagram @appi_mika, Munafri tampak akrab dengan Zakir di dalam pesawat.

Menemani dr Zakir Naik terbang ke Makassar. Semoga beliau bisa memberi banyak pencerahan selama di Makassar.

A post shared by Munafri Arifuddin (@appi_mika) on


Sebelum terbang, mereka juga sempat berbincang-bincang di bandara.


Saat tiba di Makassar pada pukul 21:30 Wita, Minggu kemarin, Zakir dijemput menggunakan mobil MPV premium, Toyota Alphard.

Lalu, menuju ke Rumah Jabatan Wali Kota Makassar untuk dijamu makan malam.

Setelah itu, Munafri dan keluarga besar Aksa menginapkan Zakir di hotel miliknya, Hotel Novotel Grand Shayla, Jalan Chairil Anwar, Makassar.

Alasan Zakir Naik Tinggalkan Profesi Dokter

Selain ceramah tentang agama, Zakir Naik juga menyelipkan kisah dirinya yang meninggalkan profesi dokter.

Menurut dia, profesi terbaik bukan menjadi seorang dokter.

“Saya sebelumnya menjadi seorang dokter. Tetapi saya mempelajari Alquran. Saya menyadari profesi dokter bukanlah yang terbaik," ujar Zakir.

Zakir melanjutkan, dirinya merasa profesi terbaik adalah yang saat ini sedang dijalaninya yakni seorang dai.

“Tapi profesi terbaik adalah menjadi seorang dai. Akhirnya saya berhenti menjadi dokter,” katanya.

Menariknya pula, Zakir Naik datang ke Indonesia atas biaya sendiri. 

Dikutip dari keterangan panitia yang dimuat pada laman Suara-Islam.com, pakar teologi itu juga tak meminta uang honorarium kepada panitia.

Permintaannya hanya akomodasi selama di Indonesia, jumlah peserta yang banyak, sound system yang bagus, dan jaminan keamanan selama acara berlangsung.

Sebelumnya, pada April 2016, Zakir Naik sempat dikabarkan diagendakan menjadi narasumber pada talk show ‘Comparative Religion, Shining Beyond Borders’ dalam rangka milad Universitas Muhammadiyah Yogyakarta ke-35.

Namun, belakangan panitia talk show batal menghadirkan Zakir Naik karena alasan padatnya agenda.

Sumber: Tribun Timur
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved