opini

Pedofilia, Pendidikan Seksualitas dan Kecerdasan Digital

Ada tiga hal utama yang diperlukan untuk mencegah atau mengurangi peluang terjadinya kekerasan seksual pada anak-anak kita.

Pedofilia, Pendidikan Seksualitas dan Kecerdasan Digital
Sudirman Nasir

Oleh: Sudirman Nasir
Ddosen/peneliti di Fakultas Kesehatan Masyarakat Unhas.

Terungkapnya kasus kekerasan seksual (pedofilia) pada anak di berbagai dareah termasuk di Sulawesi Selatan baru-baru ini sangat memprihatinkan.

Daya tanggap diperlukan semua pihak seperti anak-anak kita, para orang tua, guru, masyarakat dan pemerintah mengingat kasus ini kemungkinan besar hanya merupakan puncak gunung es dari banyaknya kekerasan seksual yang terjadi negara kita.

Kemungkinan besar ada banyak peritiwa serupa yang tidak terungkap. Tentu kita paham pula bahwa dampak fisik, psikologis dan sosial kekerasan seksual pada anak sangat berat dan mengancam masa depan mereka.

Ada tiga hal utama yang diperlukan untuk mencegah atau mengurangi peluang terjadinya kekerasan seksual pada anak-anak kita.

Pertama, menciptakan ruang-ruang yang aman di rumah, di tempat-tempat bermain dan sekolah-sekolah, tempat-tempat di mana anak-anak kita banyak menjalani hari-harinya, melalui pengawasan yang teliti dari para orang-tua, orang dewasa dan para guru.

Hal ini diperlukan karena anak-anak tentu belum bisa sepenuhnya diberi tanggungjawab melindungi dirinya dari ancaman atau risiko kekerasan atau pelecehan seksual.

Ironisnya, apabila kita melihat data-data dan penelitian-penelitian mengenai kekerasan seksual, sebagian besar pelakunya justru adalah orang-orang dewasa yang dekat dengan anak-anak itu.

BACA juga: OPINI: Ketimpangan Ekonomi Bahaya Bagi Semua Kalangan

Kedua, perlunya membicarakan masalah seksualitas secara lebih sehat dan terbuka atau melakukan pendidikan seksualitas kepada anak-anak kita.

Banyak penelitian yang menunjukkan dampak-dampak positif pendidikan seksualitas (di rumah maupun di sekolah) yang dilakukan sedini mungkin dan disesuaikan dengan umur atau kondisi anak.

Anak-anak yang mendapatkan pendidikan seksualitas yang dini dan lengkap akan lebih mampu mengenali dan menghindari ancaman terjadinya kekerasan atau pelecehan seksual.

Mereka juga lebih memiliki pengetahuan dan keberanian untuk melaporkan kepada orang tua atau guru mengenai ancaman-ancaman itu.

Masalahnya adalah masih banyaknya hal yang menghambat dilakukannya pendidikan seksualitas kepada anak-anak kita sedini mungkin.

Halaman
123
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved