Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Headline News Hari Ini

April, Kapal China Keruk Pasir Tallo

Tahap pertama proyek “Tol Laut” timur Indonesia ini dijadwalkan rampung Triwulan IV atau akhir 2018.

Penulis: Muhammad Fadhly Ali | Editor: Suryana Anas
TRIBUN TIMUR/SANOVRA JR
Gubernur Syahrul yasin Limpo meninjau lokasi proyek Makassar New Port (MNP) yang terletak di Jl Sultan Abdullah Raya, Kaluku Bodoa, Tallo, Makassar, Senin (27/3/2017). Kunjungan tersebut untuk memastikan pembangunan proyek pelabuhan peti kemas yang akan terkoneksi dengan kargo kereta api dapat berjalan lancar. Proyek perluasan pelabuhan seluas 500 hektare ini progresnya sudah sekitar 30 persen dan menggunakan anggaran APBN. TRIBUN TIMUR/SANOVRA JR 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR-- Proyek Makassar New Port (MNP) di kawasan perairan Tallo dan Ujung Tanah, utara Makassar, awal April 2017 ini, memasuki salah satu tahapan strategis.

Megaproyek dengan total investasi Rp1,8 Triliun, tahap pertama proyek “Tol Laut” timur Indonesia ini dijadwalkan rampung Triwulan IV atau akhir 2018.

Pengelola proyek Pelabuhan Indonesia (Pelindo) IV ini, akan mendatangkan sejumlah kapal, tug keruk, dari Singapura, Belgia, dan Belanda.

Baca: FOTO: Gubernur Sulsel Tnjau Lokasi Proyek MNP

Dalam waktu dekat, pengelola akan mendatangkan tug keruk, Darya Kanchan. Berbedera Balize, Honduras, Darya Kanchan adalah kapal produksi Taizhou Hongda Ship Industry, Provinsi Linhai, China tahun 2009 lalu.

Kini kapal keruk jenis trailing suction hopper dredgeger (TSHD) tersebut, masih berlabuh di sekitar pelabuhan Singapura, dan segera berlayar ke perairan Selat Makassar.

Baca: SYL: Progres Makassar New Port Sudah 30 Persen

"Khusus kapal ini dari Singapura, sudah berangkat menuju Makassar. Kami perkiraan tujuh hari sudah sampai," kata Kepala Satuan Pengelola Proyek MNP Pelindo IV, Arwin, saat memberi penjelasan kepada Gubernur Syahrul Yasin Limpo, di kantor proyek MNP di Jl Galangan Kapal, Tallo, Makassar, Senin (27/3).

Arwin yang juga alumnus Fakultas Teknik Unhas ini menjelaskan, kini kapal-kapal tersebut masih menunggu izin operasi dari Kementerian Kelautan dan Perikanan, untuk pertimbangan lingkungan.

Berita selengkapnya dapat dibaca pada edisi cetak Harian Tribun Timur, Selasa (28/3/2017) hari ini. (*)

Sumber: Tribun Timur
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved