Begini Cerita Pencipta Lagu Bugis Asal Pangkep Ini, Karyanya Pernah Dihargai Rp 300 Ribu
Selain satu kata yang memiliki beberapa makna dalam bahasa Indonesia, pengucapannya juga harus jelas.
Penulis: Munjiyah Dirga Ghazali | Editor: Mahyuddin
TRIBUNPANGKEP.COM, PANGKAJENE - Menjadi seorang seniman bukanlah hal yang mudah dan bisa bertahan di tengah industri musik saat ini.
Itulah hal yang dikatakan Kadir Emo, satu dari sekian banyak pencipta lagu di Sulawesi Selatan yang lebih fokus menciptakan lagu- lagu dengan nuansa daerah Sulsel.
Kadir bercerita, di tahun 2000 awal baginya menekuni sebagai pencipta lagu Bugis.
"Awal saya menekuni cipta lagu daerah Bugis dimulai sejak tahun 2000, tapi nanti pada tahun 2006 secara perdana hasil karya saya resmi masuk ke studio rekaman," kata Kadir Emo, Kamis (23/3/2017).
Menciptakan karya lagu dengan memakai bahasa daerah Bugis tentu sangatlah rumit.
Selain satu kata yang memiliki beberapa makna dalam bahasa Indonesia, pengucapannya juga harus jelas.
Baca: Pesta Sabu, Oknum TNI Diciduk Polres Pangkep
Tak jarang karya Kadir Emo, telah banyak dinyanyikan oleh beberapa rekan artis daerah seperti Chica Alwi, Basri Ilham, Uchy Arief, Irma Cs dan Ancha S.
"Saya garap sendiri dalam satu album yang diberi judul Naparansai Matuakku, di dalam album ini ada beberapa lagu hits yang disukai para penggemar lagu-lagu daerah diantaranya Tepuni Sarapoe, Benengnge dua lino, Rewe'ni Rialeku, Pettu Tulu' Polo Leteang dan Buru' Mallapi' Tana," ujarnya.
Kadir menambahkan, jika ingin menyelesaikan lagu-lagunya, dia kerap memakai studio rekaman milik Ancha S yang saat itu masih beralamat di Jl Abdullah Dg Sirua Makassar, dengan Studio Gilang Record.
Sekarang studio ini sudah pindah alamat ke Rubae, Kabupaten Pinrang.
Baca: Tak Hanya ‘Becekin Adek Bang’, 5 Lagu Dangdut Ini Sajikan Lirik Vulgar, Termasuk Lagu Jupe
Kadir menuturkan, penghasilan pencipta lagu daerah tak sebaik dengan pencipta bergenre pop.
Bahkan menurutnya tak jarang satu karya dibeli seharga Rp 300 ribu.
"Ketika ada rekan produser cari lagu untuk digarap dalam project ada beberapa diantaranya yang membeli hasil karya saya. Saat itu satu lagu seharga Rp 300 ribu rupiah," jelasnya.
Sambil terus menulis lagu-lagu Bugis, Kadir Emo juga bergabung di pengurus Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Pangkep.(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/pencipta-lagu-pangkep_20170324_003720.jpg)