KJPP Kekurangan SDM, Mappi Incar Fresh Graduate
"Di Sulamapua ada 18 KJPP. Satu KJPP hanya miliki satu appraiser atau penilai. Bandingkan di Jakarta, bisa sampai lima penilai per KJPP," ujar Ahmad
Penulis: Mulyadi | Editor: Anita Kusuma Wardana
Laporan Wartawan Tribun Timur, Muhammad Fadhly Ali
TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR -- Kantor Jasa Penilaian Publik (KJPP) di Sulawesi, Maluku, dan Papua (Sulamapua) kekurangan Sumber Daya Manusia (SDM). Fresh graduate atau sarjana tanpa pengalaman ditantang bergabung.
Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Masyarakat Profesi Penilai Indonesia (Mappi) Sulamapua, Ahmad Syarif saat ditemui di sela sosialisasi peraturan tentang penilai publik di lantai 6 Gedung Keuangan Negara (GNP) Jl Urip Sumoharjo Makassar mengeluhkan hal tersebut.
"Di Sulamapua ada 18 KJPP. Satu KJPP hanya miliki satu appraiser atau penilai. Bandingkan di Jakarta, bisa sampai lima penilai per KJPP," ujar Ahmad, Rabu (22/3/2017).
Makanya, ia mengajak sarjana muda dari seluruh disiplin ilmu untuk bergabung. "Silakan datang ke kantor (Mappi Sulamapua) Jl Adyaksa Baru. Rata-rata penilai yang bekerja di KJPP 40 persen dari Fakultas Teknik, sisanya dari disiplin ilmu lainnya," kata Ahmad.
Untuk menempa calon penilai, April mendatang Mappi akan menggelar Pendidikan Dasar Penilaian 1 (PDP 1) di Makassar.
"80 persen dari jumlah proyek KJPP datang dari perbankan. Namun nominal proyek terbesar dari pemda. Makassar saja kita nilai asetnya biayanya Rp 1 miliar. Nah kadang keterbatasan SDM, membuat KJPP tidak bisa mengcover proyek yang meningkat tiap tahunnya," jelas Ahmad. (*)