Tangki SPBU Kota Maros Meledak
Hanya Disantuni Rp 1,1 Juta, Korban Terbakar SPBU Patung Kuda Ini Bingung Bayar RS
Sunardi juga mengku tidak difasilitasi BPJS Ketenagakerjaan, sehingga terpaksa dirawat dengan menjalani perawatan umum.
Penulis: Ansar | Editor: Ina Maharani
Laporan Wartawan Tribun Timur, Ansar Lempe
TRIBUN TIMUR.COM, MAROS - Seorang korban yang mengalami luka bakar pada bagian wajah, Sunardi (18) dalam peristiwa ledakan tangki penyimpanan BBM SPBU Patung Kuda, Maros, juga mengaku diupah Rp 1 juta.
Warga Desa Panjalingan, Bontoa, ini sudah empat bulan bekerja. Hal ini dikatakannya saat ditemui di ruang perawatan Plamboyang RSUD Salewangang, Maros, Kamis (9/3/2017).
Sunardi juga mengku tidak difasilitasi BPJS Ketenagakerjaan, sehingga terpaksa dirawat dengan menjalani perawatan umum.
"Saya terpaksa dirawat umum. Kami harus mengeluarkan sejumlah uang untuk menutupi biaya rumah sakit. Uang yang diberikan oleh perusahaan Rp 1,1 juta sudah habis untuk beli obat," katanya saat ditemui di ruang perawatan Flamboyan RSUD Salewangang.
Dia berharap, perusahaan menanggung semua biaya perawatannya sampai sembuh. Jika tidak, dia terpaksa mengutang kepada tetangga dan keluarganya.
"Seharusnya perusahaan yang biayai kami. Bukannya kami ditanggung sendiri. Pasti tidak cukup uang. Saya khawatir nanti kalau mau keluar, baru tidak cukup uang," ujarnya.
Anak bungsu dari lima bersaudara pasangan Masud dan Rosmiati ini melanjutkan, dua rekannya Rizal dan Ardi sudah keluar rumah sakit. Keduanya hanya mengalami luka ringan.
Saat peristiwa ledakan tersebut, Sunardi berada di dekat lubang tangki. Semburan api yang keluar menyambar wajahnya sampai melepuh.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/sunrdd_20170309_115146.jpg)