Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

DPRD Mulai Turun Tangan Masalah Dugaan Korupsi Sumur Bor Irigasi Parepare

Taufan menjelaskan, pihaknya akan meminta pertanggungjawaban untuk menunjukkan titik-titik sumur bor tersebut guna memastikan kualitas dan pemanfaatan

Tayang:
Penulis: Mulyadi | Editor: Anita Kusuma Wardana
HANDOVER
Wali Kota Parepare, Taufan Pawe memantau pengerjaan sumur untuk mengantisipasi krisis air di Parepare 

Laporan Wartawan Tribun Timur, Mulyadi

TRIBUN-TIMUR.COM, PAREPARE-Kasus dugaan korupsi sumur bor dalam irigasi tanah untuk kepentingan perairan persawahan mulai masuk ranah tindakan pengawasan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Parepare.

Proyek yang menggunakan Dana Alokasi Khusus (DAK) Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) lewat Kementerian Pertanian 2016 lalu tersebut terindikasi adanya dugaan mark up.

Pasalnya dari 20 titik bor biayanya ditaksir hanya mencapai Rp 4 miliar. Sementara Rp 1,6 miliar lebihnya belum diketahui meskipun PPK mengenai itu untuk teknis sebelum pengeboran.

Anggota Komisi II DPRD Parepare, Taufan Armas akan memanggil Kepala Dinas Pertanian, Kehutanan, Perikanan dan Kelautan untuk memastikan langsung dugaan mark up dalam proyek tersebut.

"Harus dipastikan, apakah benar yang dilakukan itu sumur bor atau sumur gali. Kita juga akan mengevaluasi kualitas dari realisasi proyek itu," tegasnya, Senin (6/3/2017).

Taufan menjelaskan, pihaknya akan meminta pertanggungjawaban untuk menunjukkan titik-titik sumur bor tersebut guna memastikan kualitas dan pemanfaatannya.

"Kita realistis saja, apakah sudah ada kecocokan mengenai sumur bor dengan anggaran yang digunakannya,"ungkap Legislator Partai Gerindra ini.

Sebelumnya, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), pengadaan sumur bor Muh Islahuddin, ini tidak terlalu bisa memberikan gambaran realisasi teknis proyek yang menghabiskan anggaran negara sebesar Rp 5,605 miliar.

Bahkan dirinya sempat melontarkan alasan tidak terlalu tahu persis secara teknis karena backround pendidikan peternakan sementara yang dikerjakan fisik sumur bor yang berada di Bidang Pertaniam PKPK.

"Saya tidak tahu persis teknisnya, kala itu saya ditunjuk kepala dinas (masih dijabat Damilah Husain) untuk jadi PPK-nya,"ungkap Islahuddin.

Polisi sendiri tengah membidik megah proyek tersebut dan sementara dalam proses Pengumpulan Barang Bukti dan Keterangan (Pulbaket).

"Kita sementara Pulbaket, tunggu saja "jelas Kanit Tipikor Satreskrim Polres Parepare, Ipda Sukri.(*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved