Bocah Lasape Pinrang yang Diduga Tenggelam Belum Ditemukan, Ini Kata Kapolsek Duampanua
Sebelumnya diberitakan, kejadian itu bermula saat Raihan (korban) bersama kakaknya, Dani (6) bermain layang-layang di area persawahan belakang rumahny
Penulis: Hery Syahrullah | Editor: Imam Wahyudi
TRIBUNPINRANG.COM, DUAMPANUA - Raihan (3), bocah yang diduga tenggelam di saluran irigasi induk Pekkabata, Kecamatan Duampanua, Kabupaten Pinrang, hingga saat ini belum ditemukan, Selasa (21/2/2017).
Bocah asal Dusun Lasape, Desa Katomporang, Kecamatan Duampanua, Kabupaten Pinrang itu, diduga tenggelam pada Jumat (17/2/2017) lalu.
Kapolsek Duampanua, AKP Adinal menuturkan, pihak kepolisan dan warga masih melakukan pencarian di lokasi kejadian.
"Kami masih berupaya mencari, sebab pihak keluarga masih mengharapkan korban ditemukan," tuturnya.
Adinal menjelaskan, pihaknya akan memaksimalkan pencarian korban.
"Semoga segera ada titik terang untuk itu," jelasnya.
Sebelumnya diberitakan, kejadian itu bermula saat Raihan (korban) bersama kakaknya, Dani (6) bermain layang-layang di area persawahan belakang rumahnya.
Rumah korban dan sawah tersebut di antarai saluran irigasi, yang hanya bisa dilewati dengan jembatan kecil.
Saat tengah asyik bermain, Raihan pamit pada kakaknya (Dani) untuk pulang duluan.
Dani pun membiarkan adiknya pulang duluan, dan ia baru menyusul usai menurunkan layang-layangnya.
Sesampainya di rumah, Dani pun heran lantaran adiknya sedang tidak berada di rumah.
Dani pun mengadu kepada kedua orang tuanya tentang hal itu.
Sontak, hal itu membuat kedua orang tua korban kaget bukan kepalang dan langsung melakukan pencarian di beberapa rumah tetangganya.
Hingga akhirnya, kedua orang tua korban (Raihan) pun menduga anaknya jatuh di irigasi dan langsung menghubungi pihak kepolisian dan tim SAR.
Pencarian pun baru dilakukan sekitar pukul 14:00 Wita dan saat ini belum ditemukan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/polsek-duam_20170221_233046.jpg)