Belum Beroperasi, Atap Pasar Rakyat Maros Baru Sudah Bocor, LIRa Prihatin
Selain itu, listriknya belum rampung dan beberapa tiang yang belum dicat
Penulis: Ansar | Editor: Suryana Anas
Laporan Wartawan Tribun Timur, Ansar Lempe
TRIBUN-TIMUR.COM, MAROS - Proyek pembangunan pasar Rakyat di Lingkungan Data, Kelurahan Pallantikang, Maros Baru tahun 2016 disoroti oleh LSM Lumbung Informasi Rakyat (LIRa).
Ketua LIRa Maros, Muh Amri mengatakan, kondisi pasar yang menelan anggaran APBD sekitar Rp 7 miliar tersebut memprihatinkan. Meski baru rampung dan belum difungsikan, namun laiknya pasar tua.
"Saya dari pasar itu untuk melihat kondisinya. Pembangunan pasar tersebut masih serabutan. Sebagian lampu belum terpasang," kata Amri, Jumat (17/2/2017).
Selain itu, listriknya belum rampung dan beberapa tiang yang belum dicat atau diwarnai. Hal ini membuat tiang dan rangka besi, berkarat.
Amri juga menilai, pekerjaan atap terkesan asal- asalan. Hal ini terlihat dari genangan air yang terdapat di lantai pasar. Bentuk atap seng memiliki cela atau lubang pada sisi sambungan.
"Kontrak kerja antara kontraktor dengan dinas Koperindag berakhir pada September atau desember 2016, namun kenyataannya sampai sekarang masih tetap di kerjakan tanpa ada kontrak adendum," ujarnya.
Amri curiga, terjadi penyalahgunaan anggaran dalam proyek pasar tersebut. Perampungan pekerjaan terkesan dipaksakan dan tidak layak disebut pasar baru.
"Kami hanya minta ke kontraktor, supaya kalau bekerja, jangan asal-asalan. Dampaknya pasti dirasakan warga. Ini hanya contoh kecil yang terjadi di Maros," ujarnya. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/liraaf_20170217_154707.jpg)