Kemendikbud Blokir Bantuan ke Sekolah di Sulsel, Ini Kata Kepsek SMKN 1 Bungoro Pangkep
Mudah-mudahan ini segera terselesaikan dengan baik, sebab kalau ini betul terjadi maka tentunya seluruh SMK, SMA dan SLB akan mengalami masalah besar
Penulis: Munjiyah Dirga Ghazali | Editor: Rasni
TRIBUNPANGKEP.COM, BUNGORO-Kepala SMKN 1 Bungoro Pangkep, Muhammad Akbar Parollei mengomentari sikap Kemendikbud memblokir sejumlah bantuan ke sekolah-sekolah menengah di Sulsel.
Sikap Kemendikbud ini buntut dari protes Diknas Sulsel yang menyurati Kemendikbud agar berkoordinasi dengan pihaknya saat memberi bantuan ke sekolah.
Dia berharap aksi blokir tidak terus berlanjut karena berdampak sistemik kepada sekolah.
"Mudah-mudahan ini segera terselesaikan dengan baik, sebab kalau ini betul terjadi maka tentunya seluruh SMK, SMA dan SLB akan mengalami masalah besar," kata Muhammad Akbar Parollei kepada tribunpangkep.com, Minggu (12/2/2017) di Bungoro, Pangkep.
Akbar menyebut bantuan tersebut sangat mereka harapkan segera cair karena tentunya pihak Pemerintah Provinsi tidak akan mampu menyiapkan dana sebesar itu.
"Sebaiknya pihak Diknas Provinsi Sulsel segera melakukan pendekatan ke Kemendikbud karena banyak sekolah yang akan dirugikan jika itu terjadi khususnya di Pangkep," ujarnya.
Kepala Sekolah berprestasi tingkat nasional ini juga tidak dapat memungkiri bantuan-bantuan tersebut membuat sekolahnya berprestasi dan bisa memanfaatkan bantuan sesuai juknis.
"SMKN 1 Bungoro Pangkep sering dapat dana APBN dari pusat termasuk bimtek dan pelatihan secara nasional," jelasnya.
Dampak persoalan ini tentu sekolah di Pangkep tidak dapat lagi dana rehab, bangunan dan peralatan lainnya dari pusat.
"Hampir tiap tahun SMKN 1 Bungoro dapat bantuan seperti bangunan, peralatan, rehab, pelatihan termasuk ditunjuk sebagai sekolah rujukan, nah kalau dihentikan bantuan dari pusat berarti dana rujukan akan stop juga," ungkapnya. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/sekolah_20170212_135524.jpg)