Kepala Puskesmas Wawondula Lutim Bantah Ada Biaya Ambulans Rp 200 Ribu

Untuk pasien kecelakaan yang meninggal karena terlambat dirujuk, jelasnya, kondisi pasien memang sudah nol kesadaran.

Kepala Puskesmas Wawondula Lutim Bantah Ada Biaya Ambulans Rp 200 Ribu
tribun timur/muhammad abdiwan
ILUSTRASI Ambulans 

TRIBUNLUTIM.COM, MALILI - Kepala Puskesmas Wawondula, Kecamatan Towuti, Luwu Timur, H Sahmuddin, meminta maaf pegawainya terpaksa menerima uang Rp 200 ribu dari keluarga pasien untuk uang bensin ambulans pada Selasa (7/2/2017) malam.

Sahmuddin menjelaskan, uang Rp 200 ribu yang diterima pegawai puskesmas tersebut terpaksa dipinjam dari keluarga pasien.

Kebetulan saat itu bendahara puskesmas bernama Siska sudah pulang karena sudah pukul 23.00 wita.

"Biaya ambulans gratis, uang itu hanya dipinjam," kata Sahmuddin kepada TribunLutim.com melalui kontak telepon, Jumat (10/2/2017).

Ia menambahkan, bensin ambulans malam itu tersedia.

Uang itu dipinjam untuk dipakai mengisi bensin lagi.

"Itu antisipasi kalau ada pasien yang akan dirujuk kembali," jelasnya.

Untuk pasien kecelakaan yang meninggal karena terlambat dirujuk, jelasnya, kondisi pasien memang sudah nol kesadaran.

Baca: Terlambat Bayar Uang Bensin Ambulans Puskesmas Wawondula Luwu Timur, Pasien Ini Meninggal

Penulis: Ivan Ismar
Editor: Imam Wahyudi
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved