Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Prof Hamid Paddu: Pertumbuhan Ekonomi Sulsel Tinggi Tapi Tak Merata

Sementara itu, Prof Dr Marzuki DEA membenarkan bahwa gini ratio sekitar 0,43.

Penulis: Muh. Hasim Arfah | Editor: Ina Maharani
TRIBUN TIMUR/ MUH HASIM ARFAH
Celebes Movement Kick Off Serial Diskusi di Hotel Novotel Makassar, Jl Jenderal Sudirman, Makassar, Sulsel, Rabu (1/2/2017). 

Laporan Wartawan Tribun Timur, Hasim Arfah

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Guru Besar Ekonomi Universitas Hasanuddin, Prof Dr Hamid Paddu mengatakan pertumbuhan ekonomi Sulawesi Selatan saat ini cukup tinggi.

Namun tak dibarengi dengan peningkatan gini Ratio.

"Saat ini gini ratio kita berada di sekitar 0,43 sehingga itu cukup memprihatinkan," katanya dalam Celebes Movement "Kick Off Serial Diskusi" di Hotel Novotel Makassar, Jl Jenderal Sudirman, Makassar, Sulsel, Rabu (1/2/2017).

Sementara itu, Prof Dr Marzuki DEA membenarkan bahwa gini ratio sekitar 0,43.

"Ini yang menarik karena pertumbuhan ekonomi kita tinggi tapi tingkat ketimpangan kita juga tinggi," katanya.

Jumlah masyarakat miskin turun dan produk domestik bruto tinggi.

"Ini mesti kita cari tahu kenapa bisa begini," katanya

Rasio Gini atau koefisien adalah alat mengukur derajat ketidakmerataan distribusi penduduk. Ini didasarkan pada kurva Lorenz, yaitu sebuah kurva pengeluaran kumulatif yang membandingkan distribusi dari suatu variable tertentu (misalnya pendapatan) dengan distribusi uniform (seragam) yang mewakili persentase kumulatif penduduk

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved