Murid SDN 237 Salupaku Luwu Utara Belajar di Kolong Rumah, Ini Masalahnya
Kelas darurat, lanjutnya, akan terus diadakan sampai jembatan gantung yang putus kembali dibangun.
Penulis: Chalik Mawardi | Editor: Imam Wahyudi
TRIBUNLUTRA.COM, SABBANG - Sekitar 50-an murid Sekolah Dasar (SD) Negeri 237 Salupaku terpaksa belajar di kolong dan teras rumah dengan menggunakan kursi pinjaman warga.
Setelah lokasi sekolah mereka terisolir akibat putusnya jembatan gantung saat banjir bandang melanda Dusun Salupaku, Desa Tandung, Kecamatan Sabbang, Kabupaten Luwu Utara, Sabtu (21/1/2017) lalu.
"Ada tiga rumah warga yang dijadikan tempat belajar sementara," kata Kepala Desa Tandung, Dahril, yang dikonfirmasi TribunLutra.com, Jumat (27/1/2017).
Menurutnya, proses belajar mengajar dilakukan dengan kondisi seadanya di rumah warga usai pihaknya melakukan komunikasi dengan pihak SD dan Dinas Pendidikan Luwu Utara.
"Agar anak-anak kami tetap belajar karena pendidikan itu wajib dilaksanakan. Apapun dan bagaimanapun keadannya," imbuhnya.
Kelas darurat, lanjutnya, akan terus diadakan sampai jembatan gantung yang putus kembali dibangun.
"Karena hampir semua murid tidak bisa menjangkau sekolah karena putusnya jembatan gantung," paparnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/kolong_20170127_194345.jpg)