Ini Hasil Otopsi Korban Pembunuhan di Bangakala Jeneponto

Korban pembunuhan mengalami patah tulang di bagian rusuk dan batok kepalanya pecah.

muslimin/tribunjeneponto.com
Kasat Reskrim Polres Jeneponto, AKP Ismail Samad di RSUD Lanto Dg Pasewang, Kecamatan Binamu, Minggu (22/01/2017) dini hari. 

TRIBUNJENEPONTO.COM, BINAMU - Tim Biddokkes Polda SulSel dibantu Reskrim Polres Jeneponto merilis hasil otopsi Maseng Dg Talli, korban pembunuhan yang ditemukan di hutan jati, Desa Garassikang, Kecamatan Bangkala.

"Dari hasil otopsi yang kami lakukan, beberapa tulang rusuk korban patah," kata Kasat Reskrim Polres Jeneponto, AKP Ismail Samad, kepada TribunJeneponto.com di RSUD Lanto Dg Pasewang, Minggu (22/1/2017).

Selain itu, lanjut Samad, otopsi yang dilakukan lebih kurang sejam itu menemukan batok kepala korban pecah.

"Dari analisa saya, korban ini mengalami tindak kekerasan akibat bersentuhan benda tumpul," ujar Samad.

Dari kasus tersebut, polisi telah menyiduk lima pelaku.

"Malamnya kami amankan tiga orang, tadi siang saya amankan lagi dua orang dan masih ada yang kami introgasi, kalau memang cukup bukti kami akan tetapkan dia tersangka," ucap Samad.

Kelimanya yaitu Sirajang bin Raja, Sakir Dg Situju, Langkasa Dg Tinggi, Sarifuddin Dg Lewa dan Laming Dg Nai.

Motif pelaku menghabisi nyawa Maseng adalah dugaan tindak asusila yang dilakukan Maseng terhadap anaknya 20 tahun silam.

"Dendam atau masyarakat Jeneponto mengenalnya dengan Siri' karena korban (Maseng) diindikasi 20 tahun sebelumnya melakukan tindakan asusila, "tutur Samad.

Jasad Maseng pun dijemput oleh keluarganya dan dimakamkan di Kampung Topa, Kecamatan Bangkala Barat.(*)

Penulis: Muslimin Emba
Editor: Mahyuddin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved