Setelah Dicabuli Gurunya, Murid SD di Suppa Pinrang Ini Tak Mau Lagi Sekolah

Sutrisno menambahkan, akan memberikan sanksi pemberhentian pada oknum guru honorer itu, karena telah mencederai citra seorang pendidik.

Setelah Dicabuli Gurunya, Murid SD di Suppa Pinrang Ini Tak Mau Lagi Sekolah
hery/tribunpinrang.com
Kepala SDN Desa Lamajakka, Sutrisno 

TRIBUNPINRANG.COM, SUPPA - DM (11), korban pencabulan oleh oknum guru honorer di salah satu Sekolah Dasar Negeri (SDN) Desa Lamajakka, Kecamatan Suppa, Kabupaten Pinrang, tak pernah lagi ke sekolah.

Hal itu disampaikan Kepala SDN, Sutrisno saat dikonfirmasi TribunPinrang.com, Kamis (19/1/2017).

"Korban masih trauma setelah peristiwa itu, hingga hari ini tak pernah lagi masuk sekolah," tuturnya.

Sutrisno menjelaskan, pihak sekolah rutin mengunjungi rumah korban untuk memberikan semangat dan motivasi belajar.

"Kami sangat harapkan DM kembali semangat bersekolah, apalagi ia sudah kelas VI dan sebentar lagi ujian," jelasnya.

Sutrisno menambahkan, akan memberikan sanksi pemberhentian pada oknum guru honorer itu, karena telah mencederai citra seorang pendidik.

"Kami tentu memberikan sanksi yang setimpal," ucapnya.

Untuk diketahui, DM dicabuli oleh gurunya sendiri, Lukman (24) di dalam toilet sekolah saat jam istirahat tiba, Jumat (13/1/2017) lalu.

Akibat perbuatan bejatnya, pelaku terancam Undang-undang Perlindungan Anak Nomor 35 tahun 2014 tentang perubahan atas Undang-undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak dengan ancaman pidana penjara selama 15 tahun.

Penulis: Hery Syahrullah
Editor: Imam Wahyudi
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved