Mobil Tahanan Kejari Tana Toraja Dirusak Mahasiswa, Ini Masalahnya
Dia menyayangkan pengamanan dari Polres Tana Toraja yang tidak sigap mengantisipasi massa.
Penulis: Yultin Rante | Editor: Imam Wahyudi
TRIBUNTORAJA.COM, MAKALE - Mobil tahanan milik Kejaksaan Negeri Makale dilempari dan dirusak massa di depan Wisma Bungin, Jl. Nusantara, Kecamatan Makale, Tana Toraja, Rabu (11/1/2017) siang.
Kronologis kejadian bermula ketika sekelompok orang yang diduga merupakan mahasiswa Teknik Mesin Universitas Kristen Indonesia (UKI) Toraja, membuntuti mobil tahanan sejak keluar dari halaman Pengadilan Negeri Makale.
Saat melintas di depan Wisma Bungin Makale, kelompok massa ini menghadang mobil tahanan dan melayangkan pukulan dan tendangan ke badan mobil.
"Kaca belakang mobil tahanan pecah," kata Kepala Seksi Intelejen Kejari Tana Toraja, Amri Kurniawan, kepada TribunToraja.Com.
Dia menyayangkan pengamanan dari Polres Tana Toraja yang tidak sigap mengantisipasi massa.
Penghadangan dan pengrusakan ini diduga dilakukan karena mereka menduga bahwa mobil tersebut membawa tahanan yang merupakan pelaku pembunuhan mahasiswa UKI Toraja, Alpius Samban, yang dibunuh di Eran Batu, Kecamatan Kesu’, September 2016 lalu.
Puluhan aparat kepolisian mencoba menghalau mahasiswa untuk tidak melakukan pengrusakan tidak berdaya.
Aksi mahasiswa baru reda setelah mengetahui bahwa mobil tersebut tidak membawa tahanan yang merupakan pelaku pembunuhan terhadap rekan mereka Alpius Samban.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/toraja_20170111_231522.jpg)