Toyota Jawab Nada Ancaman Donald Trump Rp 132,9 Triliun

Produsen mobil terbesar di Jepang ini siap menambah investasi mencapai 10 miliar dolar AS atau Rp 132,9 triliun di AS, dalam lima tahun ke depan.

Toyota Jawab Nada Ancaman Donald Trump Rp 132,9 Triliun
REUTERS
Donald Trump berbicara di Acara Kaum Veteran di Des Moines, Iowa, 28 Januari 2016. 

TRIBUN-TIMUR.COM-Toyota justru bereaksi positif menjawab pernyataan presiden terpilih Amerika Serikat, Donald Trump, yang bernada ancaman.

Produsen mobil terbesar di Jepang ini siap menambah investasi mencapai 10 miliar dolar AS atau Rp 132,9 triliun di AS, dalam lima tahun ke depan.

Dikutip Kompas.com dari Reuters, Selasa (10/1/2017, Jim Lentz, North America Chief Executive Toyota mengatakan, investasi ini demi memenuhi permintaan dan meng-upgrade fasilitas pabrik, untuk memproduksi kendaraan hemat bahan bakar lebih banyak.

Namun, Lentz menolak jika pernyataan investasi Toyota ini, sebagai jawaban atas tekanan yang diberikan oleh Trump.

Dirinya menyampaikan, kalau ini bagian dari strategi bisnis Toyota untuk berinvestasi di Amerika Serikat, di mana saat ini sudah memiliki 10 pabrik di delapan negara bagian.

Dana Rp 132,9 triliun tersebut juga termasuk pembangunan markas baru Toyota di Texas.

Lentz tidak ingin mengatakan kalau perluasan pabrik ini, akan meningkatkan lapangan kerja baru.

Toyota saat ini sudah mempekerjakan 40.000 orang di Amerika Serikat, dan baru menambah 5.000 pekerja lagi dalam lima tahun terakhir.

Akio Toyoda, Presiden Toyota yang juga hadir pada pameran Detroit Auto Show mengumumkan rencana investasi perusahaan untuk fasilitas produksi, yang digunakan untuk membangun model andalan terbarunya Camry di Kentucky.

"Kami sangat berterima kasih kepada jutaan pelanggan, yang telah membuat Camry menjadi nomor dalam penjualan di Amerika selama 15 tahun terakhir," ujar Toyoda.

Sebelumnya, rencana Toyota untuk memproduksi Corolla, model paling laris untuk pasar Amerika, di Meksiko, mendapat ancaman dari Trump. Di mana sampai saat ini Toyota belum merespon pernyataan Trump tersebut. (Ghulam Muhammad Nayazri/Kompas.com)

Editor: Ilham Mangenre
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved