Kasus Istri Minta Cerai di Bantaeng Meningkat, PA: Faktor Ekonomi

Humas Pengadilan Agama Kabupaten Bantaeng Muh Arief Ridha mengatakan bahwa total 308 perkara yang ditangani PA Bantaeng sepanjang 2016.

Kasus Istri Minta Cerai di Bantaeng Meningkat, PA: Faktor Ekonomi
Edi Hermawan/tribunbantaeng.com
Humas Pengadilan Agama Kabupaten Bantaeng, Muh Arief Ridha, di ruang kerjanya, Selasa (10/1/2017). 

TRIBUNBANTAENG.COM, BANTAENG- Angka kasus perceraian di Kabupaten Bantaeng tahun 2016 meningkat dibandingkan tahun 2015.

Humas Pengadilan Agama Kabupaten Bantaeng Muh Arief Ridha mengatakan bahwa total 308 perkara yang ditangani PA Bantaeng sepanjang 2016.

Data itu terdiri cerai gugat 252 dan cerai talak sebanyak 56 perkara.

Tahun 2015, total 268 perkara. Terdiri 224 cerai gugat, cerai talak 44.

 "Ini merupakan fenomena dari keadaan hidup yang tiap tahun juga semakin sulit," kata Arief kepada tribunbantaeng.com di ruang kerjanya, Selasa (10/1/2017).

Dia membeberkan, perceraian dominan diajukan oleh istri atau cerai gugat.

"Alasan perceraian kebanyakan faktor ekonomi, para isteri mengeluh tak diberi nafkah oleh suaminya," ujar Arief. (*)

Penulis: Edi Hermawan
Editor: Ilham Mangenre
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved