Headline News Hari Ini
40 Rumah di Kampung Bugis-Bali Dieksekusi
Zainal dan Raja Pemecutan tiba di lokasi mendampingi warga sejak pukul 08.00 wita. Warga sudah membuat blokade.
Makassar, Tribun - Ketua Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan (KKSS) Bali Zainal Tayeb dan Raja Pemecutan Cokorda Pemecutan XI menangis histeris. Tokoh Bugis dan Bali ini berteriak di depan aparat meminta eksekusi dibatalkan.
Tapi, teriakan dua tokoh itu tak digubris. Tangisan anak-anak, ibu rumah tangga, dan wanita warga Kampung Bugis, Serangan, Bali, pecah mengiringi proses eksekusi, Selasa (3/1) pagi.
Enam eskavator mulai beraksi sekitar pukul 11.00 wita, setelah Panitera Pengadilan Negeri (PN) Denpasar membacakan eksekusi pada pukul 10.00 wita.
Zainal dan Raja Pemecutan tiba di lokasi mendampingi warga sejak pukul 08.00 wita. Warga sudah membuat blokade, duduk bersila mengelilingi 40 rumah sejak pukul 06.00 wita.
Dalam tempo empat jam, pukul 15.00 wita, 36 kepala keluarga (KK) kehilangan tempat tinggal, 40 rumah rata dengan tanah. Lahan seluas 9.400 meter per segi, tempat menetap warga Bugis asal Bone sejak abad ke-17 itu pun dijejali perabot dan pekakas rumah.
Rencana eksekusi itu sudah beredar di Makassar melalu whatsApp dan pesan pendek (SMS) sejak Senin (2/1) tengah malam.
Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo berjanji menelusuri kasus tersebut dan berupaya memberikan bantuan kepada korban penggusuran, secara proporsional.(*)
SELENGKAPNYA DI EDISI CETAK HARI INI