2017, Penertiban Truk Rembang 10 di Makassar

Prof Lambang Basri mengaku mendukung apa yang direncanakan oleh pigak Satlantas Polrestabes Makassar yang akan menindak tegas Rembang 10.

2017, Penertiban Truk Rembang 10 di Makassar
REPRO TRIBUN TIMUR/ILHAM MANGENRE
Rembang 10 pengangkut tambang C ini lalu lalang dari kawasan Metro Tanjung Bunga ke Jl Maipa atau masuk dari Jl Haji Bau masuk Tanjung Bunga. 

Makassar, Tribun - Pihak Satuan Lantas Polrestabes Makassar berjanji menindak tegas truk Rembang 10 yang melintas dijalan-jalan protokol di kota Makassar mulai tahun 2017 ini.

Kasatlantas Polrestabes Makassar, Ajun Komisaris Besar Polisi (Akbp) Hamka Mappaita mengungkapkan, hal tersebut tercapai jika koordinasi antara Satlantas dan Dinas Perhubungan telah disepakati.

"Ini yang nanti kita berlakukan ditahun 2017, tapi kita akan lebih dulu lakukan koordinasi dan kerjasama dengan dinas perhubungan makassar," kata Hamka di Mapolrestabes Makassar, Selasa (3/1/2017).

Ditahun 2016, kasus truk Rembang 10 hingga Rembang 14 jadi sorotan warga kota Makassar. Pasalnya, truk 10 dan 14 roda yang mempunyai kapasitas muatan besar ini telah memakan korban jiwa.

Untuk itu, Hamka menegaskan, pihaknya nantinya tidak hanya menindak secara tegas dengan teguran. Bahkan, langkah penilangan dan penangkapan kepada truk Rembang akan dipergunakan polisi.

"Ini masalah serius karena hampir pada tiap tahunnya, aktivitas truk rembang ini mulai meresahkan warga makassar dan menjadi momok menakutkan jika hanya lewat disamping truk ini," tegas Hamka.

Dalam perencanaan nanti, pihak Lantas Polrestabes Makassar akan tawarkan untuk larangan aktivitas truk Rembang itu dimulai pada jam-jam tertentu, yakni jam 06.00 Wita hingga 20.00 Wita.

Terpisah, Pengamat Transportasi kota Makassar, Prof Lambang Basri mengaku mendukung apa yang direncanakan oleh pigak Satlantas Polrestabes Makassar yang akan menindak tegas Rembang 10.

Menurutnya, sudah saatnya tindakan tegas dan nyata diberlakukan untuk truk yang beroperasi duitengah jalur dan arus lalulintas dalam kota Makassar berada pada titik kepadatan pagi hingga sore.

"Tidak ada kata terlambat dalam suatu tindakan dalam mengatur operasional truk dising hari. Tentunya harus ada jam-jamnya seperti diatur pada malam hari, biar pengendara nyaman," kata Basri.

Lanjutnya, Basri menilai sinergitas antara Satlantas dan pihak Perhubungan sudah saat untuk lebih dalam mensinergikan dan juga menindak truk Rembang agar lalulintas bisa berjalan tertib.

Selain itu, Basri menyebutkan, harus juga ada kerjasama antara pemerintah kota Makassar dengan daerah-daerah pintu masuk Rembang atau kendaraan besar didaerah perbatasan Makassar.

"Seperti dikabupaten maros dan gowa, pemerintah makassar harus bangun kerjasama pada sektor lalulintas agar bisa memaksimalkan regilasi pada bidang arus lalulintas," ujarnya.

Editor: Ina Maharani
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved