FPBA Salurkan Sumbangan Warga Makassar ke Korban Banjir Bima

Mahasiswa Forum Peduli Bencana Alam (FPBA) mengumpulkan sumbangan sebanyak Rp 8.168.000 dari berbagai perempatan jalan di Makassar.

FPBA Salurkan Sumbangan Warga Makassar ke Korban Banjir Bima
Courtesy: Komunitas Keluarga Bima (KKB) Makassar
SUMBANGAN WARGA - Mahasiswa, pemuda, dan tokoh masyarakat asal Bima, NTB, menghitung uang sumbangan untuk korban bencana banjir di Bima di Warkop Puncak Om Ben, Jl Daeng Tata Raya, Makassar, Senin (2/1/2017) sore. Sumbangan dari warga Makassar ini akan diserahkan ke Bima. 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Mahasiswa asal Bima yang tergabung dalam Forum Peduli Bencana Alam (FPBA) telah mengumpulkan dana sumbangan senilai Rp 8.168.000.

Sumbangan ini diperoleh dari berbagai perempatan jalan di Makassar. Dana itu dikumpulkan kemudian dihitung posko Korban Banjir Bima (KBB) di Warkop Puncak Om Ben, Ruko Permata Mutiara, Jl Daeng Tata Raya, Makassar, Senin (2/1/2017) sore.

“Jumlah ini di luar yang terkumpul melalui rekening Bencana Banjir Bima. Secepatnya akan kami bawa ke Bima untuk membantu kerabat, keluarga, dan saudara-saudara kami yang menjadi korban. Terima kasi kepada warga Makassar atas kepeduliannya,” kata pembina FPBA, Bunyamin Arsyad.

Tokoh dan warga Makassar asal Bima mendirikan posko KBB di Warkop Puncak Om Ben sejak Jumat (23/12/2016).

Sejumlah Tim medis dari Sulsel merayakan tahun baru bersama korban banjir di Bima. Didampingi Pembina Komunitas Keluarga Bima (KKB) Makassar, M Dahlan Abubakar, yang juga Kepala Humas dan Protokol Unhas, mereka tinggal di rumah penduduk dan siaga 24 jam untuk membantu warga yang baru saja dilanda banjir bandang.

Association Medical Doctor of Asia (AMDA) Sulsel mengirim tiga orang anggota tim medis ke Bima. Tim terdiri atas dua dokter atas nama Indra Sukmana Putra dan Hendra Salim serta Muh Adri Alifwan dari Association Medical Student of Asia (AMSA).
Mereka berada di Bima sejak Selasa (27/12/2016).

President AMDA Indonesia Prof drA Husni Tanra PhD SpAn, menjelaskan, tim dilengkapi obat-obat-obatan yang digunakan di Bima.

Wali Kota Bima Quraisy Abidin yang menerima laporan kedatangan tim Unhas, AMDA, dan AMSA ini ke Bima menyampaikan terima kasih. Prof Dr Muslimin MA dari Kerukunan Keluarga Bima (KKB) Sulsel juga berangkat bersama tim medis.

AMDA Indonesia dari Makassar pada hari pertama Baksos melayani 200 warga korban bencana banjir bandang Bima.

Pada hari Kamis (29/12/2016) pagi di Posko 2 Penaraga dilayani 103 orang warga. Siang hari di saat usai makan siang dilayani 10 warga yang datang setelah mendenga tim medis. Sore harinya di posko penampungan Masjid TPI Tanjung yang tak terjangkau banjir dilayani sekitar 80 warga. Warga Kota Bima masih kesulitan bahan makanan, karena stok pangan mereka basah terkena banjir.

Halaman
12
Penulis: AS Kambie
Editor: AS Kambie
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved