Anjing Pelacak Ikut Gagalkan Peredaran Sabu 9,8 di Pelabuhan Makassar

Narkoba itu hasil penciuman Anjing unit K9 Sabhara Polda Sulsel dalam Satgas Interdiksi.

Anjing Pelacak Ikut Gagalkan Peredaran Sabu 9,8 di Pelabuhan Makassar
handover
Narkotikan jenis sabu seberat 9,8 Kg gagal diedarkan jelang beberapa jam pergantian Tahun Baru di Makassar. Sabu senilai milyaran itu digagalkan oleh Satgas Interdiksi Terpadu di Pelabuhan Soekarno-Hatta kota Makassar, Sabtu (31/12/2016) pagi, pukul 08.00 Wita. Narkoba itu hasil penciuman Anjing unit K9 Sabhara Polda Sulsel dalam Satgas Interdiksi. 

Laporan Wartawan Tribun Timur, Darul Amri Lobubun

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Narkotikan jenis sabu seberat 9,8 Kg gagal diedarkan jelang beberapa jam pergantian Tahun Baru di Makassar.

Sabu senilai milyaran itu digagalkan oleh Satgas Interdiksi Terpadu di Pelabuhan Soekarno-Hatta kota Makassar, Sabtu (31/12/2016) pagi, pukul 08.00 Wita.

Kabid Humas Polda Sulsel Kombes Pol Dicky Sondani mengatakan, narkoba itu hasil penciuman Anjing unit K9 Sabhara Polda Sulsel dalam Satgas Interdiksi.

"Ini bantuan anjing pelacak dari sabhara Polda Sulsel yang membantu tim dalam lakukan operasi dipelabuhan, akhirnya sabu itu diketahui," kata Dicky.

Informasi dihimpun tribun timur.com, sabu tersebut digagalkan oleh Satgas Interdiksi dikapal Bukit Siguntang dari Tarakan, dan juga kota Parepare.

Selain mengamankan sabu 9,8 Kg yang dibungkus dalam plastik bertuliskan bahasa China. Satu orang yang diduga memiliki barang itu juga diamankan.

Saat ini, Sabu tersebut dibawa ke Polres Pelabuhan Makassar oleh Tim Satgas Interdiksi Terpadu 2016 untuk diselidiki dan dikembangkan lebih lanjut. (*)

AJ3
Narkotikan jenis sabu seberat 9,8 Kg gagal diedarkan jelang beberapa jam pergantian Tahun Baru di Makassar. Sabu senilai milyaran itu digagalkan oleh Satgas Interdiksi Terpadu di Pelabuhan Soekarno-Hatta kota Makassar, Sabtu (31/12/2016) pagi, pukul 08.00 Wita. Narkoba itu hasil penciuman Anjing unit K9 Sabhara Polda Sulsel dalam Satgas Interdiksi.
Penulis: Darul Amri Lobubun
Editor: Suryana Anas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved