Ketahuan dan Diberitakan, ‘Wartawati Gadungan’ Berlogat Makassar Minta Maaf
Fotografer Tribunnews bersama beberapa wartawan dan forografer lain, termasuk reporter dan videografer Tribunnews, berupaya mengejarnya.
MAKASSAR, TRIBUN-TIMUR.COM – Identitas Rosalinda Karim, wanita muda yang mengaku-aku sebagai wartawati Tribun Timur, saat menghadiri press screening dan press conference film Promise di Plaza Senayan, Jakarta, Rabu (28/12/2016) siang, akhirnya terungkap.
Baca: ‘Wartawati Gadungan’ Berlogat Makassar Tertangkap Basah di Plaza Senayan
Identitas ini diungkap langsung Rosalinda, setelah membaca berita dan menonton video perilaku dan kedoknya yang terungkap, Kamis (29/12/2016) petang.
Dia meminta maaf dan berjanji akan akan datang menemui manajamen Tribunnews dan Tribun Timur di Jl. Palmerah Barat 14, Jakarta.
“Saya sudah minta maaf sama Pak Yulius. Kita mami ini kodong Pak kalo pacce ki sm saya (Hanya kepada Bapaklah saya berharap kasihan. Kalau Bapak punya nurani sama saya,” katanya dengan logat Makassar yang kental.
Koordinator Liputan Tribun Timur, Jumadi Mappanganro, membantah ada wartawati Tribun Timur bernama Rosalinda Karim.
“Sudah 14 tahun usia Tribun Timur, kami tak pernah merekrut wartawan yang bernama Rosalinda Karim.” ujarnya usai melihat video yang sudah viral di sejumlah group jurnalis di Makassar dan Jakarta.
ID card dan kartu nama yang diperlihat si wartawati gadungan itu juga palsu.
Kartu nama, ID card atau kartu tanda pengenal wartawan Tribun Timur, standar dan seragam seperti jaringan berita Tribunnews Group di 25 kota penting di Indonesia.
“Di kartu nama si Rosalinda, tak ada alamat kantor yang jelas dan detail. Padahal itu standar,” ujar Jumadi yang bergabung di Tribun Timur, sejak terbitan perdana 9 Februari 2004 silam.

Perbandingan ID card dengan kartu nama asli dan palsu Tribun Timur. Pada bagian kiri foto di atas adalah ID card dengan kartu nama palsu dimiliki wartawati gadungan Rosalinda Karim. Sementara, pada bagian kanan foto di atas adalah ID card dengan kartu nama asli dan resmi diterbitkan Tribun Timur untuk kepentingan tugas peliputan.
Alamat Tribun Timur di Jalan Cenderawasih nomor 430 Makassar, Sulsel, 90134.
Ada nomor fix dan hotline +62411-8115555, +62411-8115511.
Di bagian belakang tercantum induk Tribunnews yang berkantor di kompleks Kompas Gramedia, di Palmerah Selatan 14 Jakarta, Indonesia 10270, termasuk logo 26 media jaringan penerbitan Tribunnews.
Rosalinda, mengaku berani mengaku wartawan Tribun Timur, menggunakan identitas “seperti” resmi serta mencetak kartu nama “aspal” Tribun Timur, karena desakan dan tantangan hidup tinggal di ibu kota.
“Saya orang susah ji juga kodong (kasihan) tinggal di Jakarta,” ujar Rosalinda.
Dia mengatakan,“mengaku-ngaku” wartawan Tribun Timur “cabang” Jakarta sejak tahun lalu.
“Tahun lalu. Saya diminta Anita, dulu sama-sama aktivis di Fakultas Ekonomi UMI (Universitas Muslim Indonesia). Dia juga bilang dulu kerja di Tribun, tapi sudah dipecat. Tapi sekarang nomor HP-nya tak pernah aktif lagi, saya kontak-kontak,” katanya.
Jumadi juga menegaskan, tak ada wartawati Tribun bernama Anita dari Fakultas Ekonomi UMI dan dipecat.
Pondok Kopi
Melalui sambungan telepon langsung dan percakapan instant di WhatsApp, Rosalinda mengaku, menetap di sebuah rumah sederhana kawasan Pondok Kopi, Jakarta Timur, Jakarta.
Dia juga mengaku alumnus Fakultas Ekonomi UMI Makassar.
“Saya angkatan 97 Pak,” ujarnya.
Sebelum ke Jakarta, di Makassar, dia tak punya pekerjaan tetap, dan pernah menjadi pedagang koran.
"Jual koran, sambil tulis-tulis berita juga kasihan,” katanya.
Secara samar-samar, dia menyebut beberapa nama penerbitan lokal dan media start up online.
“Saya juga aktif di IWSS di Jakarta,” katanya.
IWSS adalah paguyuban kedaerahan yang menghimpun wanita pengusaha, karier, organisatoris asal Sulawesi Selatan di Jakarta dan sejumlah provinsi di luar Sulsel.
Aktivitas Rosalinda di IWSS sebelumnya juga disebutkan oleh A Lolo, pria berlogat Makassar yang mengaku mengenal dekat Rosalinda.
“Dia sudah saya nasehati, kenapa bawa nama Tribun Timur kalau meliput,” kata Lolo, Wakil Ketua Forum Wartawan Hiburan Indonesia.
Dikonfirmasi terpisah, Ketua Umum Badan Pengurus Pusat (BPP) Ikatan Wanita Sulawesi Selatan (IWSS) Nurwasieh Aziz, kepada Tribun, juga mengkonfirmasikan tak ada pengurus atau anggotanya yang bernama Rosalinda Karim.
“IWSS ini organisasi resmi dan sudah ada sejak tahun 1970-an. Saya ketua ke-enam. Ini periode kedua saya menjabat ketua umum,” kata Nurwasieh, tadi malam.
Setelah melihat foto Rosalida, dia menyebutkan, di sekretariat IWSS di sering melihat wanita ini. "Kalau LInda ini saya kenal. Katanya sih wartawan (menurut dia). Hanya kurang tahu wartawan dari mana," tulis Nurwasieh, membalas pesan WA Tribun.
Kedok Terungkap
Kedok wartawati gadungan ini terungkap saat reporter dan fotografer Tribunnews (induk jaringan berita Tribun Timur di Jakarta) mendapati nama asing di lembar presensi acara.
Di kolom yang disediakan untuk Tribun (cetak), tertera nama Roslinda Karim SE.
Merasa tak mengenal nama tersebut, reporter dan fotografer Tribunnews langsung mencari si perempuan itu.
Nomor ponsel, 089657479**3, yang juga tertera di sebelah nama Roslinda tak aktif.
Keberdaaan si wanita yang berusia sekitar 35 tahun itu, diketahui melalui bantuan wartawan lain yang melihatnya mengisi lembar presensi.
Saat klarifikasi, kepada wartawan dan fotografer Tribunnews, si wanita bertubuh subur ini mengaku “wartawan Tribun Timur”.
Rosalinda sempat menunjukkan ID card-nya, namun segera ditaruh kembali ke dalam tasnya, setelah fotografer Tribunnews hendak memotret kartu tanda pengenal itu.
Sebagai ganti, Rosalinda lalu menyerahkan kartu namanya.
Namun, tak lama setelah itu, Roslinda menjauh. Dia keluar, meninggalkan ruangan press conference.
Fotografer Tribunnews bersama beberapa wartawan dan forografer lain, termasuk reporter dan videografer Tribunnews, berupaya mengejarnya.
Sambil berjalan, fotografer Tribunnews berusaha menggali informasi siapa dia.
Kenapa dia berani mengaku-ngaku dan menggunakan ID card wartawan Tribun Timur.
Baca: ‘Wartawati Gadungan’ Berlogat Makassar Tertangkap Basah di Plaza Senayan
Dia salah tingkah dan terus berjalan cepat. Videografer sempat mengabadikan perilaku Rosalinda.
Namun, Roslinda mulai kesal.
Dia mulai memaki wartawan dan fotografer yang mengikuti langkahnya meninggalkan mal di Senayan itu.
Beberapa fotografer yang mengabadikan gambar dan momen itu justru membuat Roslinda kian berang. Makiannya dalam logat Makassar, justru kian kasar dan bernada tinggi.
Tak disangka, Roslinda mulai memukul dan menendang seorang fotografer.
Namun, pada akhirnya Roslinda berhasil melarikan diri melalui pintu darurat setelah sempat pula memukul kamera fotografer lain.(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/id-card-asli-dan-palsu_20161229_215120.jpg)