Natal 2016

Tidak Ada Ibadah Malam Natal di Gereja Toraja Rantepao, Ini Alasannya

Badan Pekerja Sinode (BPS) Gereja Toraja telah mengeluarkan liturgi khusus ibadah rumah tangga malam natal.

Tidak Ada Ibadah Malam Natal di Gereja Toraja Rantepao, Ini Alasannya
yultin/tribuntoraja.com
Suasana persiapan ibadah Natal di Gereja Toraja Jemaat Rantepao, Jl Ahmad Yani, Kecamatan Rantepao, Toraja Utara, Sabtu (24/12/2016) siang. 

TRIBUNTORAJA.COM, RANTEPAO - Jemaat Gereja Toraja menggelar ibadah malam Natal atau ibadah menyambut kelahiran Yesus Kristus di rumah tangga masing-masing.

"Tidak ada persekutuan atau ibadah di Gereja malam ini, digantikan ibadah di rumah jemaat masing-masing," kata anggota Gereja Toraja Jemaat Rantepao, Venti, kepada TribunToraja.com ditemui di kediamannya, Sabtu (24/12/2016).

Badan Pekerja Sinode (BPS) Gereja Toraja telah mengeluarkan liturgi khusus ibadah rumah tangga malam natal.

Liturgi khusus itu akan dibaca Firman Allah dari Lukas 1:39-56 dengan pokok perenungan, perjumpaan yang saling memberkati.

Tema ibadah malam natal yakni Kelahiran Yesus membawa perubahan dalam keluarga.

Sementara persiapan ibadah Natal sudah tampak di Gereja Toraja Jemaat Rantepao, Jl Ahmad Yani, Kecamatan Rantepao, Toraja Utara.

Tenda dan kursi telah diatur oleh panitia natal di Gereja tertua di Rantepao itu.

Ibadah Natal akan dipimpin Wakil Ketua I BPS Gereja Toraja, Pendeta Alfred Anggui, Minggu (25/12/2016).

Penulis: Yultin Rante
Editor: Mahyuddin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved