Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Om Telolet Dilarang Lewat Makassar

Dinas Perhubungan Kota Makassar khawatir kehadiran “Om Telolet Om” di Makassar bisa memicu kecelakaan lalulintas.

Editor: Suryana Anas
KOMPAS.COM/SYAHRUL MUNIR
Anak-anak di Ungaran, Kabupaten Semarang tengah menunggu bus malam yang lewat di Jl Diponegoro Ungaran, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah, Rabu (11/5/2016) sore. Mereka menantikan bus yang membunyikan klakson telolet untuk direkam dan diunggah ke media sosial. 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Dinas Perhubungan Kota Makassar melarang klakson “Om Telolet Om” bunyi di Makassar.

Klakson yang lagi booming di Jakarta dan menjadi viral di media sosial (medsos) sepekan terakhir.

Untuk menciptakan bunyi “Om Telolet Om”, klakson mobil cukup direnovasi dengan biaya Rp 700 ribu hingga Rp 1,5 juta.

Dinas Perhubungan Kota Makassar khawatir kehadiran “Om Telolet Om” di Makassar bisa memicu kecelakaan lalulintas.

Pasalnya, sesuai fakta di Jakarta, mobil ini kerap ditunggui warga, kebanyakan anak di bawah umur, di pinggir jalan.

Begitu suaranya terdengar, mereka ramai-ramai “grouvie” atau selfie di pinggir jalan.

Berita selengkapnya dapat dibaca pada edisi cetak Harian Tribun Timur, Sabtu (24/12/2016) hari ini. (*)

Sumber: Tribun Timur
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved