Natal dan Tahun Baru
VIDEO: Pertamina Tambah Stok BBM
Tengku menjelaskan jika berkaca dari dari tren sebelumnya, maka lonjakan konsumsi semua jenis produk maksimum di angka 8 persen.
Penulis: Rasni | Editor: Suryana Anas
Laporan Wartawan Tribun Timur, Rasni Gani
TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR -PT Pertamina menjamin kecukupan Bahan Bakar Minyak (BBM) subsidi dan non subsidi Hari Raya Natal 2016 dan Tahun Baru 2017 di Sulawesi Selatan (Sulsel).
Pihaknya mampu menyuplai sesuai permintaan bahkan saat ada lonjakan sekalipun.
“Intinya kami sesuaikan suplai dengan permintaan termasuk untuk lonjakan di momen high season seperti Lebaran, Ramadan, tahun baru dan Natal seperti sekarang ini,” kata General Manager PT Pertamina MOR VII Sulawesi, Tengku Badarsyah, saat ditemui di kantornya Jl Garuda, Makassar, Rabu (21/12/2016).
Turut hadir, Manager Aviasi Teuku Johan, Manager Supply & Distribution Firman Saleh, Manager Domestic Gas Isfahani, Manager Retail Fuel Marketing Tata Pandaya, dan Manager Communication & Relations Hermansyah Y Nasroen.
Tengku menjelaskan jika berkaca dari dari tren sebelumnya, maka lonjakan konsumsi semua jenis produk maksimum di angka 8 persen.
“Kenaikan ini sangat ringan dan stok kita sudah pasti bisa menutupi. Makanya masyarakat tidak khawatir kekurangan,” katanya.
Pihaknya memproyeksikan konsumsi Premium di Sulsel sebesar 2,4 persen pada high season H-7 Natal -H+7 tahun baru 2017. Konsumsi rata rata 2.600 kilo liter (KL) menjadi 2,696 KL per hari.
“Pada dasarnya kenaikan memang kecil karena peningkatan konsumsi hanya berpusat di daerah wisata dan pusat ibadah. Apalagi kalau momen Natal, tidak banyak orang bepergian seperti di hari Lebaran Idul Fitri,” katanya.
Sementara konsumsi Solar justeru diperkirakan menurun 0,5 persen dari 1.046 KL menjadi 1.040 KL per harinya. “jelang libur, unit usaha yang menggunakan solar akan libur atau dikurangi frekuensinya,” jelasnya.
Bahan bakar nonsubsidi diperkirakan akan mengalami peningkatan.
Konsumsi Pertamax diperkirakan naik 122 persen atau sekitar 104 KL dari normal normal 47 KL per hari.
Konsumsi Pertalite bakal naik 8,5 persen menjadi 65 KL dari normal 60 KL per hari.
Dia menambahkan, semua mitra pemilik Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) yang berada di jalan protocol akan buka 24 jam selama masa sibuk.
Mengontrol semua semua perencanaan tersebut, mereka membentuk Satuan Tugas (Satgas) persiapan Natal 2016 dan pergantian tahun 2017.
Tim satgas ini akan memantau keadaan di lapangan agar tidak ada kekurangan pasukan produk Pertamina ke masyarakat.
"Tim ini akan memastikan kebutuhan masyarakat terpenuhi. Sekaligus mengatasi masalah kekurangan stok atau masalah distribusi," kata Tim yang berpusat di kantor Pertamina ini akan bertugas mulai H--15 Natal hingga H+15 tahun baru. (*)