Menari Candoleng-doleng, Biduan Asal Soppeng Diamankan di Parepare, Segini Bayarannya
JM mengaku, terpaksa menggeluti pekerjaan sebagai penari erotis alias candoleng-doleng karena himpitan ekonomi.
Penulis: Mulyadi | Editor: Suryana Anas
Laporan Wartawan Tribun Timur, Mulyadi
TRIBUN-TIMUR.COM, PAREPARE - JM (17) biduan asal Soppeng diamankan saat menari erotis di sebuah acara peringatan Hari Ulang Tahun di Kelurahan Lumpue, Bacukiki Barat, Parepare, Kamis (22/12/2016) dini hari.
JM mengaku, terpaksa menggeluti pekerjaan sebagai penari erotis alias candoleng-doleng karena himpitan ekonomi karena suaminya tidak bekerja.
"Sudah dua tahun saya kerja seperti ini," ujarnya.
Sementara itu, pemilik elektone, RY mengatakan, dirinya sudah delapan tahun merintis bisnis hiburan elektone ini tetapi baru pertama kali menampilkan tarian erotis tersebut.
"Pertama kalinya kami tampilkan tarian erotis seperti ini. Penarinya bisa ditelepon langsung, sekali tampil dibayar Rp 150 ribu," ujarnya.
Ia berdalih jika penampilan elektone miliknya kali ini tidak mendapatkan bayaran karena acara keluarga.
"Untuk acara ini tidak dibayar karena acara kekeluargaan," ungkapnya.
Keduanya kedapatan oleh tim Patroli Multi Kejahatan (PMK) Kepolisian Sektor (Polsek) Bacikiki dan langsung diamankan di Mapolsek untuk dilakukan pemeriksaan.
"Kita langsung bubarkan acaranya dan dua orang diamankan di Mapolsek,"jelas Kapolsek Bacukiki, AKP Saharuddin.
Aksi tarian erotis yang familiar dikenal sebagai tarian candoleng-doleng ini sudah kali kedua terjadi di Kecamatan Bacukiki. Sebelumnya juga sempat diamankan empat orang perempuan biduan elektone karena kedapatan menampilkan tarian berbau pornografi. (*)