Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

PPN Untia Masih Sepi, Ini Kata Pengelolanya

"Ini kan memang baru diresmikan, jadi belum ada nelayan maupun pembeli ikan yang datang ke sini, tapi kalau ada yang mau menggunakan, kita persilahkan

Penulis: Fahrizal Syam | Editor: Ina Maharani
sanovra jr
Kondisi Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) Untia yang terletak di Kec Biringkanaya terekam dari udara di Jl Salodong, Makassar, Senin (19/12/2016). Pelabuhan ini diresmikan oleh Presiden Jokowi beberapa waktu lalu. Dengan tujuan akan mampu mengoperasikan sekitar 500 sampai 1500 kapal nelayan. Namun pelabuhan ini masih sepi dari aktivitas bongkar muat kapal-kapal ikan, tempat pelelangan, dan industri pengolahan ikan. Hal ini terlihat dari tidak adanya kapal nelayan yang parkir di pelabuhan yang dibangun lebih dari 9 tahun itu. 

Laporan Wartawan Tribun Timur Fahrizal Syam

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR -Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) di Untia, Kecamatan Biringkanaya, Makassar, Sulawesi Selatan masih tampak sepi aktivitas.

Saat Tribun mengunjungi Pelabuhan Untia, Selasa (20/12/2016), tak ada satu pun kapal nelayan yang berlabuh, maupun aktifitas bongkar muat ikan sebagaimana di pelabuhan ikan.

Hanya ada beberapa masyarakat yang tampak memancing di sekitar pelabuhan yang baru diresmikan oleh Presiden Joko Widodo, bulan November lalu ini.

Salah satu pengelola PPN yang ditemui, Masry Mallaena mengatakan sejauh ini memang belum ada aktivitas kapal nelayan pasca diresmikan.

"Ini kan memang baru diresmikan, jadi belum ada nelayan maupun pembeli ikan yang datang ke sini, tapi kalau ada yang mau menggunakan, kita persilahkan," kata dia.

Ia mengatakan, masih memerlukan waktu sampai para nelayan yang biasanya membongkar muatan ikannya di Tempat Pelelangan Ikan Paotere, berpindah ke Untia.

"Kita kan sekarang masih sosialisasi juga ke nelayan dan pengusaha ikan agar mau datang ke sini. Tapi secara umum PPN Untia sudah siap menampung aktivitas pelelangan ikan," kata dia.

"Ini butuh proses, mungkin masih kurang sosialisasi ke masyarakat, tapi kita sudah perkenalkan baik itu ke pembeli, nelayan, maupun masyarakat secara luas," tambahnya.

Ia menjelaskan, pascapelabuhan Untia dibangun, kapal yang sudah berlabuh sudah menghampir 100 buah. "Itu sebelum diresmikan, dan kami anggap nelayan di sini sudah tahu keberadaannya," pungkasnya.

Ia juga membantah jika tak ada aktivitas di pelabuhan Untia. "Sudah ada aktivitas, sudah ada pasca peresmian. Tapi perharinya kita tidak bisa prediksi. Jadi kami di sini hanya siap mengelola. Ada kapal masuk, kami layani kebutuhannya seperti apa," tuturnya. (*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved