Pengembangan Pariwisata Enrekang Hanya Isapan Jempol Belaka
Hal ini diperparah dengan rendahnya mutu sumber daya manusia pada dinas terkait yang mengurusi masalah pariwisata di Enrekang.
Penulis: Muh. Asiz Albar | Editor: Imam Wahyudi
TRIBUNENREKANG.COM, ENREKANG - Usaha Pemerintah Kabupaten Enrekang terkait pengembangan pariwisata hanya isapan jempol belaka.
Tidak adanya program yang jelas dari Pemerintah Daerah (Pemda) Enrekang terkait pariwisata menjadi faktor penyebabnya.
Hal ini disampaikan oleh Penggiat Pariwisata Kabupaten Enrekang, Adi Nikita (50) kepada tribunenrekang.com, di Kediamannya, Jl Diponegoro, Kelurahan Juppandang, Kecamatan Enrekang, Selasa (13/12/2016).
"Contoh mudahnya ya tidak adanya Peraturan daerah (Perda) Kabupaten Enrekang yang mengatur khusus tentang pengembangan objek pariwisata disini," kata Adi.
Hal ini diperparah dengan rendahnya mutu sumber daya manusia pada dinas terkait yang mengurusi masalah pariwisata di Enrekang.
Padahal ada 180 objek wisata yang ada di Kabupaten Enrekang tapi tidak dikelola dengan baik dari Pemda.
"Jika pemerintah memang serius kelola pariwisata, pemerintah harus fokuskan pembangunan pada pariwisata dan merangkul penggiat wisata yang punya wawasan mengembangkan pariwisata Enrekang," ujar Adi.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/adi-nikita_20161213_231820.jpg)