Tren Jilbab Rawis, Rempel dan Lace Ala Anak Dara Hijab
Anak Dara Hijab merupakan nama Online shop yang banyak diakses anak muda Makassar saat ini
Penulis: Nurul Adha Islamiah | Editor: Anita Kusuma Wardana
Laporan Wartawan Tribun Timur Nurul Adha Islamiah
TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR-Tren busana hijab mengalami perkembangan yang pesat dalam beberapa tahun terakhir. Hal ini membuat jilbab sebagai penutup kepala wanita berhijab semakin kaya keragamannya.
Salah satu jenis jilbab yang saat ini tengah tren adalah jilbab rawis. Memiliki ciri khas pada bagian ujungnya, seolah telah digunting. Jilbab rawis banyak diminati anak anak muda. Mulai pelajar SMP hingga ibu-ibu.
Salah satu spesialis jilbab rawis di Makassar adalah Anak Dara Hijab yang menawarkan ragam koleksi jilbab kekinian. Mulai rawis, rempel, tussel hingga pasmina.
Anak Dara Hijab merupakan nama Online shop yang banyak diakses anak muda Makassar saat ini. Owner Anak Dara Hijab Isra Wali Rustan mengatakan, jilbab rawis digunakan sehari hari para Hijabers dalam beraktivitas.
"Saya menjual jilbab rawis kurang lebih dua bulan. Merek jilbab rawis yang saya tawarkan adalah Malolo Natural and Msimple Beauty diproduksi oleh teman saya kemudian memasarkannya melalui Anak Dara Hijab," tutur Isra yang ditemui tribun-timur, Minggu (11/12/2016)..
Kata dia, dari beragam jenis jilbab yang ia tawarkan, rawis paling banyak peminatnya. Bahkan bisa laku sekitar 500 pax dalam sebulan.
Menurutnya, anak anak muda cenderung menjatuhkan pilihan pada warna lembut semisal pink, tosca, pastel, krem dan lainnya. Sedangkan ibu ibu muda cenderung menyukai rawis merah, biru dan cokelat. Isra membanderol jilbab Rawis seharga Rp 25 ribu.
Tren Jilbab lainnya yakni tussel dengan variasi tussel pada bagian ujungnya. Menyerupai sebuah rantai berwarna warni. Dibanderol mulai Rp 50 ribu, sedangkan jenis jilbab rempel dihargai sekitar Rp 45 ribu dan Lace (semacam renda) Rp 40 ribu.
Mahasiswi Kebidanan Poltekkes Makassar ini memasarkan ragam jilbab melalu akun Instagram @anakdara_hijab dan Line @israwaly. Pemasaran yang dilakukannya melalui online mampu menjangkau hingga ke wilayah Toraja, Sulawesi Barat dan Sulawesi Tengah.
Dengan bisnis jilbabnya ini, Isra mampu meraih omzet sekitar Rp 2 juta per bulan. Kedepannya, ia berencana membuat brand jilbab sendiri dengan nama anak dara hijab. (*)