Kejari Tahan Dua Mantan Petinggi PDAM Bone, Ini Kasusnya

Abdil Malik mengatakan kedua tersangka ditahan berdasarkan dua alat bukti yang cukup usai diperiksa hari ini.

Kejari Tahan Dua Mantan Petinggi PDAM Bone, Ini Kasusnya
justang/tribunbone.com
Kasi Pidsus Kejari Bone, Abdul Malik. 

TRIBUNBONE.COM, TANETE RIATTANG TIMUR - Kejaksaan Negeri Bone menahan dua mantan pejabat PDAM Bone Unit Biru sebagai tersangka penyalahgunaan rekening air PDAM Unit Biru senilai Rp 1, 76 milyar dengan dugaan korupsi sekitar Rp 700 juta.

Kedua tersangka itu yakni mantan Kepala PDAM unit biru,  Andi Singkeru Rukka dan kepala seksi administrasi  keuangan unit biru Andi Nursiha.

Mereka ditahan terkait kasus dugaan korupsi penyalahgunaan rekening air dan pemasangan pelanggan illegal di Perusahaan daerah penyedia air itu.

"Sejak Kamis (8/12/2016) hari ini, mereka ditahan di Lapas Watampone, Kelurahan Cellu, Kecamatan Tanete Riattang Timur," kata Kepala Kejaksaan Negeri Bone M Nasir Hamzah melalui Kasi Pidsus Kejari Bone, Abdul Malik.

Abdil Malik mengatakan kedua tersangka ditahan berdasarkan dua alat bukti yang cukup usai diperiksa hari ini.

"Kedua tersangka ditahan usai diperiksa hari ini, Kejari Bone cukup dua alat bukti hingga menahan mereka," ujar Abdul Malik kepada awak media.

Sementara satu tersangka yang lain yakni Hasbullah belum memenuhi panggilan kejaksaan dan belum ditahan.

Sebelumnya Kejari Bone melakukan penggeledahan di Kantor PDAM Bone dan Kantor PDAM Unit Biru.

Tiga mantan pejabat PDAM Bone unit Biru ditetapkan tersangka terkait penerimaan storan rekening air sejak 2010 - 2015 sebanyak Rp 1, 67 Milyar.

Penulis: Justang Muhammad
Editor: Imam Wahyudi
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved