Polres Pelabuhan Endus Pungli di TPI Paotere Banyak Jenisnya

Pelabuhan Makassar hanya memberlakukan wajib lapor bagi 10 tersangka dugaan pungli di TPI Paotere.

Polres Pelabuhan Endus Pungli di TPI Paotere Banyak Jenisnya
TRIBUN TIMUR/HASAN BASRI
Aktivitas nelayan Paotere Makassar 

Laporan Wartawan Tribun Timur, Alfian

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR -Kepolisian Resort Pelabuhan Makassar hanya memberlakukan wajib lapor bagi 10 tersangka dugaan pungli di Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Paotere.

Hal itu dikarenakan menurut Kapolres, AKBP Said Anna Fauza, bahwa tersangka kooperatif selama pemeriksaan.

Selain alasan tersebut para tersangka juga menandatangi surat perjanjian yang berisi berbagai poin.

"Kami tak lepas begitu saja, pastinya ada hal yang perlu ditegaskan secara tertulis bagi tersangka, termasuk poin tak mengulangi perbuatannya lagi," ucapnya saat ditemui di Mapolres Pelabuhan Jl Pasar Ikan, Senin (5/12/2016).

Dari hasil keterangan dan pemeriksaan awal kesepuluh orang tersebut ditetapkan sebagai tersangka dan  dijerat dengan Pasal 372 dan Pasas 374 dengan ancaman maksimal lima tahun penjara.

Meski demikian penyelidikan kasus ini menurut mantan Kapolres Selayar tersebut akan terus dikembangkan.

Hal serupa juga disampaikan oleh Kasat Reskrim Polres Pelabuhan Makassar, AKP Ivan Wahyudi. Ia bahkan menerangkan jika pungli yang ada di TPI Paotere tak hanya sebatas retribusi masuk lokasi dan parkir.

"Sementara kami kembangkan dan selidiki lagi bentuk punglinya bisa saja masih ada yang lain begitupun dengan tersangka jumalahnya bisa bertambah maupun berkurang," pungkasnya.

Sebelumnya Tim Satgas Sapu Bersih Pungli Polda Sulawesi Selatan bersama Polres Pelabuhan Makassar dalam giat Operasi Tangkap Tangan (OTT) 10 orang pelaku pungli di UPRD Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Paotere.

Mereka yang diringkus terdiri dari PNS Dinas Kelautan Perikanan, Pertanian dan Peternakan (DKP3) Makassar, honorer dan terduga Preman.

Penangkapan ini dilakukan pada Kamis lalu (1/12/2016) berdasarkan laporan masyarakat  kemudian dikembangkan dirilis pada Sabtu kemarin (3/12/2016).

Adapun bentuk pungli yang dilancarkan para pelaku yakni melakukan penjualan karcis masuk namun pendapatan yang diperoleh tak sesuai dengan jumlah dana yang distor ke kas daerah melalui bank BPD. (*)

Penulis: Alfian
Editor: Suryana Anas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved