Hari AIDS Sedunia

VIDEO: Jangan Jauhi ODHA

Abd Haris mengungkapkan di Sulawesi Selatan terdapat kurang lebih 6.000 kasus HIV dan AIDS.

Laporan Wartawan Tribun Timur, Hasrul

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR-Himpunan Mahasiswa Program Studi Ilmu Hukum (HIMAPSIH) Universitas Bosowa (Unibos) bersama Aliansi HAM untuk HIV dan AIDS Sulselbar menggelar Dialog Publik di Ruang Senat Lantai 9 Kampus I Unibos, Kamis (1/12/2016).

Dialog dengan tema Satu Solidaritas, Satu Aksi untuk Akses Kesetaraan dan Perlindungan Hak Masyarakat Dari Bahaya HIV dan AIDS Menuju Keberlanjutan Tujuan Pembangunan Sulawesi Selatan dihadiri Wakil Rektor III Unibos, Dr Abd Haris Hamid SH MH.

Abd Haris mengungkapkan di Sulawesi Selatan terdapat kurang lebih 6.000 kasus HIV dan AIDS. Dimana 4.000 di antaranya kasus HIV dan 2.000 kasus AIDS.

"Kita harusnya tidak menjauhi para korban tersebut, melainkan mendorong bersama membantu untuk menanggulangi utamanya mencegah penyakit yang cukup berbahaya ini agar tidak semakin menelan korban," kata Abd Haris di hadapan ratusan peserta dialog.

Abd Haris menambahkan salah satu hal yang perlu dilakukan untuk mencegah penyakit tersebut semakin merajalela adalah membangun komunikasi yang baik dan tetap memberikan kontribusi positif untuk saling mengingatkan tentang bahaya penyakit tersebut.

Kegiatan tersebut menghadirkan beberapa pemateri yang membahas mengenai bahaya penyakit HIV AIDS dan juga kebijakan yang berkaitan dengan hal tersebut.

Dalam dialog tersebut juga terlihat hadir Itji Diana Amin Daud  Ia pun memberikan tekanan pada salah satu faktor pemicu semakin meluasnya penyakit tersebut. Menurutnya selain faktor sosial juga dipengaruhi oleh faktor ekonomi.

“Ada banyak persoalan tentang HIV AIDS yang semakin menyebar luas. Sebenarnya tidak ada seorang pun yang ingin menjadi korban. Tapi salah satu penyebab keterpurukan ini terjadi karena tidak adanya pemerataan kebijakan ekonomi," ungkap penulis buku Perempuan Cantik Korban Korupsi itu.

Wildan Adnan selaku perwakilan GIPA Makassar juga dari Aliansi HAM Sulselbar dalam dialog tersebut membahas regulasi yang mengatur hal tersebut. Menurutnya saat ini belum tersedianya regulasi yang langsung berpihak pada perempuan dan anak.(*)

Penulis: Hasrul
Editor: Anita Kusuma Wardana
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved