Kesedihan Hendrik Horas, Kehilangan Pastor Hendrik Nyiolah
Hendrik Horas yang juga bertugas sebagai bendahara pembangunan Gereja Paroki Santo Yoseph Pekerja Gotong-gotong di Jl Gunung Latimojong Makassar
Penulis: Muh. David Aritanto | Editor: Ina Maharani
Laporan Wartawan Tribun Timur Moeh David Aritanto
TRIBUN-TIMUR.COM - Owner Rumah Makan Dinar Makassar, Hendrik Horas yang juga bertugas sebagai bendahara pembangunan Gereja Paroki Santo Yoseph Pekerja Gotong-gotong di Jl Gunung Latimojong Makassar mengaku sangat merasa sedih dan sangat kehilangan atas wafatnya Pastor Hendrik Nyiolah di New Zaeland Senin, (28/11/2016)
Saat dijumpai Tribun Timur di rumah makan Dinar, Jl Gunung Latimojong Makassar Hendrik Horas mengatakan kabar wafatnya Pastor Hendrik Nyiolah pada usia 62 tahun ia dapat sekitar pukul 10.00 waktu Makassar. Di matanya almarhum Hendrik Nyiolah adalah sosok pastor yang baik dan jujur, dekat dengan semua ummatnya di Gereja Paroki Santo Yoseph Pekerja Gotong-gotong Makassar.
Almarhum semasa hidup selalu memperhatikan dan peduli terhadap kondisi Gereja Paroki Santo Yoseph Pekerja Gotong-gotong. Almarhum juga gigih konsultasi spritual terhadap ummatnya yang dilanda berbagai permasalahan.
Keberangkatannya ke New Zaeland dalam rangka mengambil cuti kepastorannya di keusukupan Agung Makassar. Almarhum beserta beberapa umat Katolik melakukan kunjungan wisata di New Zaeland Rencananya, setelah pulang dari New Zaeland, gereja Paroki Santo Yoseph Pekerja Gotong-gotong akan diresmikannya diawal Desember. Sebelum perayaan Natal tiba.
"Melalui berita ini, saya sampaikan kepada semuanya, utamanya yang kenal almarhum. Apabila ada kekhilafan atau kesalahan, yang dilakukan almarhum Pastor Hendrik Nyiolah semasa hidupnya, sengaja maupun tidak disengaja mohon dimaafkan," Kata Hendrik Horas. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/hendrik-horas-22_20161128_224202.jpg)