Maros Masih Kekurangan Dokter

Dinkes Maros mengajukan permohonan untuk permintaan dokter Pegawai Tidak Tetap (PTT)

Maros Masih Kekurangan Dokter
TRIBUN TIMUR/ANSAR
Kepala Dinas Kesehatan Maros, dr Firman Jaya 

Laporan Wartawan Tribun Timur, Ansar Lempe

TRIBUN-TIMUR.COM, MAROS - Dinas Kesehatan (Dinkes) Maros mengajukan permohonan untuk permintaan dokter Pegawai Tidak Tetap (PTT) ke Pemerintah Pusat untuk 2017 mendatang. Hal ini disebabkan, minimnya tenaga dokter puskesmas di Maros.

Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Firman Jaya mengatakan, Jumat (25/11/2016) untuk saat ini pelayanan medis di Puskesmas kurang maksimal karena dokter yang ada hanya 18 orang. 15 orang diantaranya dokter umum berstatus PNS, dan tiga orang berstatus dokter PTT.

"Kami mengusulkan penambahan dokter PTT ke pemerintah pusat. Saat ini kami kekurangan sekitar 10 orang dokter umum. Padahal  idealnya, setiap puskesmas memiliki minimal dua dokter umum dan satu dokter gigi," kata Firman.

Untuk sementara, sebanyak 10 puskesmas di Maros hanya memiliki satu orang dokter. Sehingga dokter tersebut kewalahan untuk melayani masyarakat.

Sementara empat puskesmas lainnya yang memiliki dokter sesuai kebutuhan yakni Turikale, Mandai, Lau, dan Camba.

"Di Maros ada 14 puskesmas, baru empat puskesmas yang memiliki dokter yang cukup. Sementara 10 puskesmas lainnya hanya memiliki satu dokter saja. Hal ini membuat kami mengusulkan PTT," ujarnya. (*)

Penulis: Ansar
Editor: Suryana Anas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved