Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Desainer Asal Pinrang Ini Gagas Batik Aksara Lontara

Adapun makna filosofis dari aksara lontara, lanjut Appi, adalah turunan dari bahasa Sansekerta yang mengandung makna wala suji eppa sulapa.

Penulis: Nurul Adha Islamiah | Editor: Anita Kusuma Wardana
NURUL ADHA ISLAMIAH
Desainer Batik Lontara, Appi Sayuti 

Laporan Wartawan Tribun Timur Nurul Adha Islamiah

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Pernahkah Anda melihat baju batik Lontara yang dikenakan Wali Kota Makasar dan jajarannya? Baju tersebut bertukiskan huruf lontara.

Seseorang yang berjasa membuat ide sekaligus merealisasikannya menjadi sebuah karya adalah Director event organizer Yellow Project Appi Sayuti.

Desainer berdarah Pinrang tersebut baru saja melaunching Batik Lontara bersama SMA Negeri 1 Makassar, kemarin. Ia memaparkan ide awal pembuatan batik lontara ketika berkunjung ke salah satu universitas di Belanda, tempat dimana buku Lagaligo berada. Karena tak memiliki akses ke perpustakaan, ia hanya melihat dari luar tembok bagian luar yang dipenuhi aksara lontara.

"Pas kembali ke Indonesia saya buatlah baju bertuliskan aksara khas Sulsel ini. Kita patut bangga karena tidak semua daerah punya aksara yang khas," ujar Appi.

batik lontara2
SMA Negeri 1 Makassar bekerja sama desainer sekaligus owner Yellow Project Appi Sayuti melaunching baju batik Aksara Lontara di Aula SMA Negeri 1 Makassar, Jl Gunung Bawakaraeng, Jumat (25/11/2016).Saat ini SMA Negeri 1 Makassar menjadi Pioneer sekolah pengguna batik lontara pertama di Sulsel. tribun timur/muhammad abdiwan

Setelah bekerja sama dengan staf guru SMAN 1 Makassar, mereka kembali punya ide agar batik lontara dapat digunakan para siswa. Tujuannya adalah melestarikan salah satu bentuk kearifan lokal ini.

"Akhirnya saya buatlah baju itu. Diproduksi kurang lebih dua bulan. Melewati proses enam kali editing dan penggantian warna, tema serta kesesuaian dan keseimbangan posisi tulisan lontara," jelas Appi.

Tahap awal, ia membuat 1.300 baju untuk siswa SMA. Baju sekolah ini bercerita tentang Sulawesi Pa'rasanganta.

Adapun makna filosofis dari aksara lontara, lanjut Appi, adalah turunan dari bahasa Sansekerta yang mengandung makna wala suji eppa sulapa. Yang berarti dalam setiap huruf lontara memiliki bentuk persegi sebagai bentuk dasar.

"Kondisi saat ini, keren itu ketika kita masih bisa membaca dan memahami aksara lontara yang mulai dilupakan generasi muda, jadi saya mencoba membangkitkan ingatan serta mengajak mereka melestarikan budaya," jelas Appi.

Beberapa waktu lalu, ia membawa karyanya untuk dipajang di Kedutaan Besar Republik Indonesia di Madrid, sedangkan Wali Kota Makasar Danny Pomanto membawanya ke Copenhagen, Denmark.

Ke depannya, ia berencana mengembangkan batik lontara dengan beragam tema. Mulai lagu daerah Bugis Makassar, Ayam Jantan, dan bunga markisa dari Malino. (*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved