Aksi 212, Ini Sikap Wahdah Islamiyah Kabupaten Wajo

Ia menambahkan kasus yang melibatkan Ahok seharusnya berujung dengan penahanan.

Aksi 212, Ini Sikap Wahdah Islamiyah Kabupaten Wajo
justang/tribunbone.com
Ketua DPD Wahdah Islamiyah Wajo, Ayem Supriono 

TRIBUNWAJO.COM, TEMPE - Organisasi Massa (Ormas) Islam Wahdah Islamiyah Kabupaten Wajo menunggu instruksi Wahdah pusat terkait aksi 2 Desember 2016.

Hal itu disampaikan oleh Ketua DPD Wahdah Islamiyah Wajo Ayem Supriono usai menghadiri temu ormas di Kantor Bupati Wajo, Jl. Rusa, Kecamatan Tempe, Sengkang, Rabu (23/11/2016).

"Secara kelembagaan Wahdah Islamiyah sampai saat ini belum mengeluarkan perintah untuk turun aksi 2 Desember 2016,"ujar Ayem Supriono yang ditemui tribunwajo.com

"Kami percaya pada ustads-ustads kami apapun yang diputuskan tak terlepas dari pembahasan dan kajian syar'i, jadi kami menunggu menunggu instruksi pusat," kata Ayem.

Ia menambahkan kasus yang melibatkan Ahok seharusnya berujung dengan penahanan.

"Kalau melihat kasus yang berkembang dan kasus penistaan yang sudah terjadi bahwa semua kasus itu berujung kepada penahanan," kata Ayem

Sebelumnya Bupati Wajo Andi Burhanuddin Unru mengumpulkan oganisasi masyarakat(ormas) di Kantor Bupati Wajo, Jl. Rusa, Kecamatan Tempe, Sengkang, Rabu (23/11/2016).

Bupati Wajo didampingi Kapolres Wajo AKBP NT Nurohmad dan Dandim 1406 Wajo Letkol Inf Arief Susanto mengajak ormas tidak lagi melaksanakan aksi 2 Desember 2016.

Hadir pada kesempatan itu perwakilan MUI Wajo, NU Wajo, Muhammadiyah Wajo, Ponpes As'adiayah, Wahdah Wajo, DDI Wajo, Khalwatiah Wajo, HMI Wajo, PMII Wajo, dan yang lainnya.

Penulis: Justang Muhammad
Editor: Imam Wahyudi
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved