Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

25-26 November, Guru Bisa Servis Motor Yamaha Gratis

Program berlaku di cabang PT SJAM dan diler resmi Yamaha bertanda khusus 3S (Sales, Service, dan Spare Part), di wilayah Sulselbar.

Penulis: Sakinah Sudin | Editor: Anita Kusuma Wardana
TRIBUN TIMUR/SAKINAH SUDIN
Divisi Promosi PT PT Suracojaya Abadi Motor (SJAM) Astam 

Laporan Wartawan Tribun Timur, Sakinah Sudin

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR- Manajamen PT Suracojaya Abadi Motor (SJAM) selaku main dealer Yamaha area Sulawesi Selatan (Sulselbar) menggelar program khusus dalam merayakn hari tersebut.

Divisi Promosi PT SJAM Astam mengatakan, pada Hari Guru Nasional tahun ini pihaknya memberikan pelayanan servis ringan gratis kepada para guru yang mendaftar kendaraannya untuk melakukan perawatan berkala (servis) pada 25-26 November. Tak hanya itu, lanjut Astam, guru tersebut juga akan mendapatkan hadiah langsung satu botol oli Yamalube.

Program berlaku di cabang PT SJAM dan diler resmi Yamaha bertanda khusus 3S (Sales, Service, dan Spare Part), di wilayah Sulselbar.

Selain program purna jual, PT SJAM juga menawarkan program penjualan. Para guru bisa membeli motor Yamaha cukup dengan down payment (DP) atau uang muka senilai Rp 1 juta. Promo berlaku syarat dan ketentuan.

Tidak hanya itu, lanjut Astam, para guru juga diberikan tambahan cicilan hingga hadiah langsung dari PT SJAM dan diler resmi Yamaha. Khusus promo penjualan berlaku hingga 30 November 2016.

Astam menjelaskan guru yang ingin bertransaksi hanya perlu membawa kartu PGRI atau idenditas guru resmi lainnya.

"Program ini sebagai wujud apresiasi Yamaha kepada insan pendidikan yang tak kenal lelah mengajar generasi bangsa. Di Hari Guru Nasional, kami secara khusus ingin mendekatkan diri lagi dengan konsumen," ujar Astam kepada Tribun di Makassar, Senin (21/11/2016).

Astam menambahkan program tersebut juga sebagai salah satu upaya pencapaian target tahun ini. Selama 2016, pihaknya menargetkan penjualan di angka 130 ribu unit.

"Namun berharap pencapaian bisa melampaui target. Kami harap bisa tembus di level 135 ribu unit," ujarnya.

Astam mengaku kondisi pasar tahun ini belum sebaik 2015. Sepanjang Januari-Oktober tahun ini, pihaknya membukukan penjualan sebanyak 110.950 unit. Jumlah ini turun dibanding periode sama tahun lalu yang kala itu mencapai 115.200 unit.

"Penurunan terjadi hampir di semua sektor, bukan hanya pasar roda dua. Hal ini karena memang kondisi ekonomi yang belum stabil," jelas Astam. (*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved