Kaum Liberal New York Bikin “Tembok” Tolak Donald Trump

Gubernur New York dari Partai Demokrat, Andrew Coumo, terkena "pukulan" pesan pro-imigran

Kaum Liberal New York Bikin “Tembok” Tolak Donald Trump
Reuters/Lucas Jackson
Seorang wanita berhenti sejenak untuk membaca dan melihat foto yang ditempelkan di tembok terkait dengan Pilres AS yang memilih Donald Trump, di New York, AS, Selasa (15/11/2016). 

TRIBUN-TIMUR.COM- Di "benteng" kaum liberal di kota New York, warga yang bingung atas pemerintahan Republik mendatang, menemukan pelipur lara sepekan setelah pemilihan Presiden AS berlalu.

Mereka ingin membangun “tembok”, namun bukan yang dibicarakan Presiden AS terpilih, Donald Trump, saat ia kampanye beberapa waktu lalu, seperti dilaporkan Reuters, Rabu (16/11/2016).

Penduduk salah satu kota tersibuk di dunia itu membangun "dinding" dengan cara menempatkan catatan tulisan tangan anonim di stasiun sibuk kereta bawah tanah.

Pada Selasa, banyak catatan memberikan dukungan untuk pendatang atau mengejek janji Trump membangun dinding di sepanjang perbatasan AS dengan Meksiko dan menyuruh Meksiko membayar untuk itu.

"Tembok lebih baik," kata catatan. "Ini dinding yang bisa dibangun oleh cinta," kata catatan lain.

Pemasangan lapisan dinding di bawah tanah Manhattan Union Square, yang berjudul "Subway Therapy", adalah ide dari seniman Matius "Levee" Chavez.

"Beberapa hari terakhir kita telah dibuat stres dan saya ingin memberikan orang kesempatan untuk terlibat dalam cara yang ringan dan mudah," kata dia di majalah "Quartz".

Siapa pun dapat menayangkan catatannya, dan lebih dari 10.000 orang telah melakukannya, tulis Chavez di Instagram-nya.

Calon dari Partai Demokrat, Hillary Clinton, dikalahkan Trump dengan 79 persen berbanding 18 persen di kota New York.

Penulis catatan tempel tersebut mengambil pendekatan yang bervariasi.

Halaman
12
Editor: Ilham Mangenre
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved