Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Legislator PKS Gowa Jadi Inspirator di SDN Pattapang Tinggimoncong

Fitriady masih bisa menyempatkan waktu menjadi relawan pengajar di sekolah yang berada di kampung Maddakko, 1600 mdpl (meter diatas permukaan laut).

Penulis: Waode Nurmin | Editor: Ina Maharani
HANDOVER
Anggota DPRD Gowa Fraksi PKS Muhammad Fitriady, menjadi relawan pengajar pada program "Kelas Inspirasi Gowa" yang dilaksanakan di SDN Pattapang, Kecamatan Tinggimoncong Gowa. 

Laporan Wartawan Tribun Timur Wa Ode Nurmin

TRIBUN-TIMUR.COM, SUNGGUMINASA - Anggota DPRD Gowa Fraksi PKS Muhammad Fitriady, menjadi relawan pengajar pada program "Kelas Inspirasi Gowa" yang dilaksanakan di SDN Pattapang, Kecamatan Tinggimoncong Gowa.

Saat Tribun bertemu Fitriady Rabu (16/11/2016), dia menceritakan serunya menjadi pengajar di sela padatnya agenda kerja sebagai anggota dewan perwakilan rakyat Gowa.

Fitriady masih bisa menyempatkan waktu menjadi relawan pengajar di sekolah yang berada di kampung Maddakko, 1600 mdpl (meter diatas permukaan laut).

Mengangkat tema, "Bangun Mimpi Anak Indonesia". Kelas Inspirasi Gowa digelar sehari di dua Kecamatan. Yaitu Kecamatan Tinggimoncong dan Tombolopao serta diikuti oleh ratusan relawan dari berbagai macam profesi seperti Tentara, Polisi, Dokter, Bidan, Insinyur, Dosen, Seniman dan salah satunya adalah Anggota DPRD.

"Ternyata menjadi Guru di sekolah tidak mudah. Butuh kesabaran dan kejelian menghadapi berbagai karakter siswa. Apalagi semuanya adalah anak desa yang sangat berbeda karakternya dengan anak-anak di kota. Saya jadi sadar, kenapa guru-guru di daerah terpencil harus butuh perhatian yang lebih, terutama kesejahteraannya," ujarnya ceria.

Lanjutnya, Saat menghadapi siswa dia bertanya,  "Adik-adik semuanya, siapa disini yang mau jadi Anggota Dewan? semuanya diam, hening tidak ada yang angkat tangan, melongo dan bingung.

Tetapi begitu sy tanya, siapa yang mau kelas ini dilantai? Dan siapa yang mau depan rumahnya diaspal? Nah jadi lah anggota dewan. Baru semua siswa angkat tangan,".

Selain itu, ada satu hal yang membuat dia sangat senang karena minat belajar mereka yang sudah tinggi walaupun berada di tempat yang jauh dari hiruk pikuk kota dan teknologi modern. Hanya saja, perlu perhatian dari pemerintah dalam mengawal kecerdasan anak-anak Indonesia.

"Ternyata masih ada sekolah negeri yang seperti itu di daerah kami. Satu kelas bisa tiga angkatan belajar, satu guru dan satu papan tulis. Siswa pun bergantian diajar oleh satu guru. Rela berbagi papan tulis dan ruangan. Selain kondisi sekolahnya yang masih berlantaikan tanah,".

Fitriady pun berjanji setelah kegiatan ini dan sebagai wakil rakyat tentu kami akan memperjuangkan sekolah ini agar lebih layak belajar. Mudah-mudahan Pemerintah segera melakukan perbaikan untuk sekolah ini, menambah buku-buku pelajaran dan tentunya memperhatikan kesejahteraan para guru. Agar hak anak-anak dalam pendidikan bisa setara di semua di semua tempat.

"Khusus untuk program ini, saya berharap gerakan kelas inspirasi bisa terus berjalan di Gowa. Terus menginspirasi anak negeri. Jika masih ada tahun depan, saya siap ikut lagi. Senang dan menyenangkan," tambahnya.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved