Ahok Tersangka

ICMI Maros Nilai Penetapan Ahok sebagai Tersangka Sudah Tepat

Syamsuri melanjutkan, penggunaan kata penistaan agama dalam kasus Ahok tidak tepat.

ICMI Maros Nilai Penetapan Ahok sebagai Tersangka Sudah Tepat
ansar
Ketua Ikatan Cendikiawan Muslim Indonesia (ICMI) Maros, Sulawesi Selatan Syamsuri Alam. 

Laporan Wartawan Tribun Timur, Ansar Lempe

 TRIBUN-TIMUR.COM, MAROS - Penetapan  calon Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaya Purnama alias Ahok oleh Bareskrim Mabes Polri, ditanggapi oleh ketua Ikatan Cendikiawan Muslim Indonesia (ICMI) Maros, Sulawesi Selatan Syamsuri Alam, Rabu (16/11/2016).

Menurutnya, untuk saat ini penetapan Ahok sebagai tersangka oleh Bareskrim Mabes Polri sudah tepat. Hal tersebut harus dilakukan untuk menjaga keutuhan negeri ini. Semua yang bersalah harus ditindak dan patuh terhadap hukum.

"Untuk menjaga ketuhan negeri ini, untul sementara penetapa Ahok sebagai tersangka sudah tepat. Kami apresiasi Bareskrim. Semua warga negara harus menghormati proses hukum dan tidak terprovokasi lagi dengan isu lain," ujarnya saat ditemui di warkop 89 Jl Pettarani, Maros.

Syamsuri melanjutkan, penggunaan kata penistaan agama dalam kasus Ahok tidak tepat. Seharusnya, Ahok dikenakan penistaan Al-Quran. Bahkan menurutnya, semua orang yang membuat kekacauan, juga telah melakukan penistaan agama.

Penistaan agama tersebut tidak tepat dengan alasan, agama artinya tidak kacau dan damai. Namun jika ada orang yang membuat kekacauan dan teror, jelas itu melakukan penistaan Agama sesungguhnya.

"Menurut saya, penistaan agama itu tidak tepat. Saya yakin semua agama mengajarkan kedamaian. Justru yang menindakan agama, adalah orang- orang yang membuat kekacauan. Agama itu tidak kacau," ujarnya.

Terkait adanya rencana demo susulan pada tanggal 25 November 2016 mendatang, Syamsuri mengaku tidak sepakat dengan gerakan yang sudah tidak jelas tujuannya.

Dia berharap, umat Muslim menahan diri dari segala aksi yang akan memecah belah keutuhan bangsa, apalagi Ahok sudah ditetapkan sebagai tersangka. Dia curiga, ada oknum yang sengaja memecah belah umat.

"Setelah penetapan tersangka, kami berharap semua ulama di Indonesia melupakan semua perdebatan. Kita semua harus bersatu untuk melakukan hal yang lebih positif. Apalagi Ahok sudah ditersangkakan," ujarnya. (*)

Penulis: Ansar
Editor: Suryana Anas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved