Pilpres Amerika Serikat

Kemenangan Donald Trump Jadi Kekhawatiran Muslim Amerika Serikat, tapi Tak Ada Protes

Hampir tak ada yang menyangka Donald Trump mampu memenangkan Pemilu Presiden Amerika Serikat (AS) 2016.

Kemenangan Donald Trump Jadi Kekhawatiran Muslim Amerika Serikat, tapi Tak Ada Protes
TRIBUN TIMUR/SANOVRA JR
Imam Besar Masjid Raya New York, Shamsi Ali (kanan) memperlihatkan buku tulisannya yang membahas Muslim dan Yahudi saat bertandang di redaksi Tribun Timur, Jl Cenderawasih, Makassar, Sulawesi Selatan, Jumat (29/8/2014). 

TRIBUN-TIMUR.COM - Hampir tak ada yang menyangka Donald Trump mampu memenangkan Pemilu Presiden Amerika Serikat (AS) 2016.

Apalagi dalam kampanyenya, Trump kerap melontarkan pernyataan kontroversial.

Kampanye Trump menciptakan kekhawatiran bagi sebagian kalangan di AS.

Kekhawatiran itu juga dirasakan umat Islam sebagai bagian dari minoritas di AS.

Itu wajar, sebab Trump dalam kampanyenya sempat menunjukan antipati terhadap agama minoritas yang tengah berkembang di AS.

Mantan Imam besar Islamic Cultural Center (Masjid Raya) New York, Shamsi Ali menyatakan, kemenangan Trump memang tak mudah bagi komunitas Islam di AS. Berikut wawancara Kompas.com dengan Shamsi Ali melalui pesan singkat, Kamis (10/11/2016).

Bagaimana respons umat Islam di AS pascakemenangan Donald Trump?

Kemenangan Donald Trump membawa kekhawatiran bagi banyak kalangan, khususnya komunitas Muslim.

Retorika kampanye Trump sangat vulgar dan anti minoritas, termasuk Muslim.

Oleh karenanya cukup mengkhawatirkan.

Halaman
1234
Editor: Edi Sumardi
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved