Pilpres Amerika Serikat

Curhat Ketakutan Zahra, Muslimah Amerika yang Kini Merasa Tak Diinginkan

Akun instagram dan Facebook Humans of New York baru-baru ini memposting tulisan isi hati seorang muslimah Amerika Serikat,

Curhat Ketakutan Zahra, Muslimah Amerika yang Kini Merasa Tak Diinginkan
Facebook HONY
Zahra, muslimah Amerika 

TRIBUN-TIMUR.COM - Akun instagram dan Facebook Humans of New York baru-baru ini memposting tulisan isi hati seorang muslimah Amerika Serikat, pascaterpilihnya Donald Trump sebagai presiden.

Trump dikenal sebagai calon presiden yang anti-Islam.

Berikut penuturan warga Amerika Serikat yang bernama Zahra tersebut

“I covered a lot of Trump rallies as a journalist. I didn’t feel any hatred. People were more curious than anything. I was never assaulted. I felt like most people were just supporting him because he wasn’t part of the establishment. Or because they were tired of politics. But it was confusing. Because even though I didn’t feel like they hated me, these people were supporting someone who said I should be banned from the country. Even the father of one of my best friends supports Trump. This man had me over to his house. I went to Thanksgiving with him. My friend asked him: ‘Dad, how can you support that man? Our friend Zahra is a Muslim.’ He told her: ‘Don’t worry. He won’t do everything that he says.’ Today has been difficult. These last few weeks, it was mostly speculation. There was suspicion that most Americans supported him but I could hope that it was wrong. But now that hope is gone. And I have to feel differently. I have to feel like maybe most Americans don’t want me here. And I feel like no matter how hard I try, I’ll never be part of the community. And even if they’re friendly to me, or if they invite me to Thanksgiving, deep down they believe that America is a country that belongs to white people.”

Dalam bahasa Indonesia kira-kira berikut:

"Sebagai seorang wartawan saya sering meliput kampanye Donald Trump dan berinteraksi dengan tim sukses Donald Trump.  Selama peliputan, ia merasa tidak ada kebencian yang ia rasakan. Ia sama sekali tidakpernah mengalami kekerasan.  Namun saya bingung bahwa orang-orang yang tidak membencinya mendukung presiden yang mengatakan dirinya (warga Muslim) harus dilarang ada di Amerika Serikat. Saya sering  makan malam di rumah sahabatnya yang non muslim, yang ayahnya adalah pendukung Trump. Sahabat saya bertanya kepada ayahnya, mengapa ia mendukung Trump padahal sahabatnya Zahra adalah Muslim. Sang ayah hanya mengatakan, "Jangan khawatir, Trump tidak akan melakukan apa yang ia katakan (mengusir Muslim).Dengan menangnya Donald Trump, kini Zahra merasa bahwa sebagian besar warga Amerika Serikat tidak suka akan keberadaan saya (sebagai muslimah), dan saya tidak pernah akan menjadi bagian dari warga Amerika Serikat. Dan meskipun mereka bersahabat danmengundang saya untuk makan malam, jauh di dalam hatinya mereka yakin bahwa Amerika Serikat adalah milik warga kulit putih."

Foto ini mendapat 222 ribu jempol, 16 ribu komentar, dan 58 ribu kali di bagikan.(*)

Editor: Ina Maharani
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved